Recent Posts

HKO terbitkan Sinyal Siaga No. 3

4:02:00 pm Add Comment

Karya-bmi.com - Hong Kong Observatory (HKO) menerbitkan sinyal siaga No. 3 Badai Tropis Son-Tinh, pada pukul 4:20 sore, Selasa (17/72018).

Badai tropis Son-Tinh berkecepatan 41-60 Km/Jam di perkirakan pada pukul 5 sore akan mendekati Hong Kong sejauh 340 Km di bagian selatan dengan kecepatan meningkat menjadi 40 Km/Jam.

Namun,  berdasarkan prakiraan lintasan saat ini, kemungkinan HKO menerbitkan sinyal siaga No. 8 sangatlah kecil.

HKO Akan Pertimbangkankan Sinyal Siaga No. 3 Badai Tropis SON-TINH

11:29:00 am Add Comment
Badai Tropis Son-Tinh, HKO

Karya-bmi.com
- Hong Kong Observatory (HKO) telah menerbitkan siaga sinyal No. 1 pada pukul 2:40 dini hari, Selasa (17/7/2018).

Siklon tropis yang di beri nama Son-Tinh pada pukul 11:00 berpusat 800 Km dari Hong Kong. Pada siang hari badai tropis Son-Tihn di perkirakan berada 410 Km di bagian tenggara Hong Kong bergerak ke arah Barat dengan kecepatan 40 Km/jam melintasi bagian utara Laut China Selatan menuju Pulau Hainan dan Semenanjung Leizhou.

Badai Tropis Son-Tihn di perkirakan, berada paling dekat dengan Hong Kong pada sore hari sekitar 300 Km dari Hong Kong. Pada titik ini HKO akan mempertimbangkan perlunya mengeluarkan sinyal No. 3.

Karena gelombang laut besar, masyarakat di sarankan untuk menjauh dari garis pantai.

Seorang Rentenir Dengan Target Pekerja Migran Di Tangkap Polisi

11:32:00 am Add Comment
Polisi menangkap Lee di rumahnya Rabu, (4/7/2018). Foto: on.cc.hk

Karya-bmi.com -- Di duga sebagai Rentenir pinjaman bunga tinggi kepada Pekerja Migran, seorang pria di tangkap tim Crime Squad distrik Tsuen Wan. Saat pemeriksaan polisi menemukan 3 buah paspor milik orang lain pada Rabu sore pukul 4:30, (4/7/2018) di persimpangan Tak Wah St. dan Ham Tin St. Tsuen Wan.

Polisi menemukan barang bukti lain di rumah pria bermarga Lee (64), berupa 856 paspor dan 3 buah buku catatan, laporan Oriental daily (4/7/2018).

Lee di duga sebagai pelaku pencucian uang, meminjamkan uang dengan bunga tinggi dengan target pekerja migran Indonesia dan Filipina. Jumlah pinjaman maksimum HK$ 4.000 dengan suku bunga 125% di bayar selama 4-6 bulan, dengan jaminan paspor. Untuk menghindari penyelidikan, Lee meminta pengembalian di bayar tunai tidak melalui bank.

Menurut keterangan polisi, Lee tidak ada catatan atau latarbelakang gengster. Kasusnya masih di tangani pihak Kepolisian Distrik Tsuen Wan.





Rumah TKI di Lumajang DI Satroni Perampok Bercadar

2:30:00 am Add Comment



LUMAJANG - Neman (60) dan menantunya Su'ud, masih menjalani perawatan saat polisi datang dan menemui mereka di Rumah Sakit Umum Dokter (RSUD) Haryoto, Lumajang, Jawa Timur. Keduanya dibacok kawanan perampok yang datang ke rumah mereka di Dusun Rambakan, Desa Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Selasa (12/6/2018), menurut Ani Sriwati, korban yang selamat, setelah berhasil melumpuhkan satu keluarga itu, kawanan perampok menguras harta mereka, termasuk mempreteli perhiasan yang dikenakan.

Ani mengaku tak asing dengan wajah pelaku meski bertutup cadar.
"Pelaku ini ada empat orang, yang dua make masker, yang satu tidak. Saya pernah melihat wajah pelaku, namun tidak tahu dimana," kata Ani Sriwati.

Ani yang baru pulang dari Malaysia sebagai TKI menduga perampokan ini ada kaitan dengan hasil kerjanya sebagai TKI. Kini kasus tersebut tengah ditangani pihak kepolisian Lumajang, termasuk menyusuri jejak pelaku.

Ternyata TKW yang lolos hukuman mati sudah di NTB

1:14:00 am Add Comment
Bayangan sejumlah jurnalis saat mengabadikan spanduk dan poster dalam aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa (20/3/2018). Para pengunjukrasa memprotes eksekusi mati yang dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Muhammad Zaini Misrin pada Minggu (18/3/2018) lalu. (ANTARA /Sigid Kurniawan)

KBMI - MATARAM "Dua orang tenaga kerja wanita bernama Sumiyati binti Muhammad Amin,
dan Masani binti Syamsuddin Umar, yang lolos hukuman mati di Arab Saudi sudah berada di Nusa Tenggara Barat untuk berkumpul kembali dengan keluarganya.
Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (BP3TKI) Mataram, Joko Purwanto, di Mataram, Kamis, mengatakan Sumiyati, dan Masani diterbangkan dari Riyadh, Arab Saudi, menuju Dubai pada Selasa (5/6). Kemudian diterbangkan dari Dubai menuju Jakarta pada Rabu (6/6), dan tiba di Bandara Internasional Lombok pada Kamis (7/6), pukul 08.55 WITA.
"Keduanya turun dari pesawat Garuda di Bandara Internasional Lombok pukul 08.55 WITA, dan diserahkan langsung oleh pihak Kementerian Luar Negeri kepada keluarga yang menunggu di bandara," katanya.
Sumiyati binti Muhammad Amin berasal dari Desa Labuan Bontong, Kecamatan Tarano, sedangkan Masani Binti Syamsuddin berasal dari Desa Kalimango, Kecamatan Alas Timur, Kabupaten Sumbawa.

Keduanya ditangkap polisi Arab Saudi pada 27 Desember 2014 atas tuduhan bersekongkol melakukan sihir sehingga anak majikan menderita sakit permanen.

Mereka juga dituduh bersekongkol membunuh ibu majikan dengan cara sengaja melalaikan penyuntikan insulin ke tubuh ibu majikan (penderita diabetes) yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kasus tersebut baru diketahui pada 23 Januari 2015, saat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melakukan kunjungan ke penjara Kota Dawadmi yang jaraknya sekitar 300 kilometer dari Riyadh.
Selanjutnya, KBRI Riyadh melakukan pendampingan intensif dalam menjalani proses hukum di persidangan dan secara rutin melakukan kunjungan penjara untuk membekali keduanya dalam menghadapi proses pemeriksaan persidangan.
Pada sidang ke-10 yang digelar pada 20 Februari 2016, Pengadilan Pidana Kota Dawadmi memutuskan perkara kasus sihir dengan menjatuhkan hukuman ta`zir (dera). Masing-masing dihukum penjara di Kota Dawadmi selama 1,5 tahun untuk Sumiyati dan 1 tahun untuk Masani.

Putusan tersebut didasarkan bukti pengakuan kedua WNI saat di penyidikan yang dilegalisasi pengadilan. Sementara perkara hak khusus yang diajukan ahli waris korban dengan tuntutan hukuman mati (qhisash) ditolak pengadilan karena tidak cukup bukti.

Pada persidangan yang digelar 10 Agustus 2017, pengadilan memutuskan untuk menolak tuntutan "qhisash" atau hukuman mati terhadap kedua WNI. Alasannya, salah seorang ahli waris, Sinhaj Al Otaibi (kakak kandung FO), di depan persidangan menegaskan mencabut hak tuntutan "qhisash" terhadap kedua WNI tanpa menuntut kompensasi apapun.

Koresponden : Awaludin
Editor: Monalisa Antaranews.com

Menjelang Lebaran, Kantor Pos Sukabumi Kebanjiran Kiriman Uang dari TKI

9:52:00 am Add Comment

KBMI - SUKABUMI -- Jelang Lebaran, PT Pos Indonesia kebanjiran pengiriman uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk keluarga mereka di Tanah Air. Fenomena ini terjadi karena banyak TKI yang menambah jumlah kiriman uang lewat layanan Western Union (WU) Kantor Pos untuk memenuhi kebutuhan hari Lebaran keluarga di tanah air.

"Bulan ini sejak 1 Juni ada 4.000 transaksi dan puncaknya pada Senin 4 Juni kemarin," ujar Manager Penjualan dan Pengembangan Outlet Kantor Pos Sukabumi Munandar Januardhy kepada Republika.co.id, Rabu (6/6). Pada rentang waktu selama 1 Juni hingga 5 juni tercatat kiriman uang dari para TKI di luar negeri ke keluarga di Sukabumi mencapai sekitar Rp 17 miliar.
Jumlah ini, kata Munandar, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Di mana kiriman uang selalu meningkat dan hal ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjelang lebaran.
Menurut Munandar, pada Senin lalu Kantor Pos menambah empat layanan loket untuk memberikan layanan kepada warga yang akan mengambil kiriman uang. Pasalnya dengan loket yang tersedia jumlahnya kurang mendukung karena jumlah warga yang datang cukup banyak.
Jumlah transaksi pada hari tersebut melonjak drastis hingga 2.000 transaksi. Saat ini jumlah transaksi kembali normal dan akan menurun mendekati lebaran.
Munandar menuturkan, sebenarnya warga bisa mengambil kiriman uang di kantor pos lainnya di daerah seperti di Kecamatan Cibadak, Cisaat dan Sukaraja. Namun sebagian warga memilih mengambil di Kota Sukabumi karena lokasinya dekat dengan sejumlah pusat keramaian seperti perbelanjaan dan lain sebagainya.
Kiriman uang ini kata Munandar, sebagian besar berasal dari TKI di timur tengah dan sebagian lainnya dari negara Asia. Mereka mengirimkan uang ke keluarga di tanah air secara rutin setiap bulannya termasuk menjelang lebaran.

Munandar mengungkapkan, jumlah kiriman uang melalui WU Kantor Pos sejak Januari hingga Mei mencapai Rp 267 miliar. Bila dirata-ratakan per bulan kiriman uang dari TKI ke WU Kantor Pos Sukabumi mencapai Rp 53,4 miliar.
Kepala Kantor Pos Cabang Sukabumi, Ilham Permono menambahkan, bagi warga yang mengambil kiriman uang di Kantor Pos tidak dikenakan pungutan. Misalkan, warga mengirimkan uang melalui WU sebesar Rp 10 juta, maka uang yang diterima keluarga di Tanah Air tetap Rp 10 juta.

Seorang warga Goalpara Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi Rina Sumarlina (40 tahun) mengatakan, ia secara rutin mengambil kiriman uang dari adik kandungnya yang bekerja di Uni Emirat Arab. "Jumlah kiriman uang menjelang lebaran ditambah untuk memenuhi kebutuhan lebaran," imbuh dia.
Rina menerangkan, awalnya setiap bulan saudaranya tersebyut hanya mengirimkan uang sebesar Rp 2 juta. Pada menjelang lebaran kiriman uang bisa meningkat menjadi Rp 4 juta.