Dua BMI Hong Kong Berhasil Mencegah Usaha Penipuan via Telepon.

10:29:00 pm

Photo : Ilustrasi
Seminar bersama Kepolisian Hon Kong 
Dua Pembantu Rumah Tangga asal Indonesia berhasil membantu mencegah majikan mereka dari usaha penipuan telpon berkat kelancaran dalam berbahasa kantonis. Tindakan mereka membantu majikan mereka, dari potensi kehilangan uang sebesar HK$ 50.000.

Berawal pada 7 Desember, Wiwik seorang Pembantu Rumah Tangga yang merawat majikannya berumur 78 tahun yang menderita stroke, mengetahui majikannya menerima telpon yang mengaku sebagai anaknya. Penelpon (pelaku yang mengaku sebagai anak majikan) memberi tahu , kalau dirinya sedang berada di Shen Zhen dan akan kembali ke Hong Kong pada hari berikutnya. Pelaku juga memberi tahu bahwa itu adalah nomer telpon barunya, yang bisa di hubungi.

Hari berikutnya, pelaku menelpon kembali dan mengatakan bahwa dia di tahan oleh Polisi Daratan China saat dengan seorang wanita penjaja. Dia membutuhkan uang sekitar 20.000 yuan (HK$ 22.394). Wiwik yang fasih dalam berbahasa Kantonis, mendengar percakapan dan menyadari ada sesuatu yang salah.

"Saya tahu, anak majikan saya ada di Kanada, sehingga saya mengirim pesan lewat WhatsApp kepadanya, keesokan harinya. Dan dia (anak majikan) pun membalas pesan, jika dia masih berada di Kanada," terangnya.

Wiwik pun menyadari itu adalah sebuah usaha penipuan, dan menyakinkan majikannya untuk tidak mengirimkan uang. Dan melaporkan kasus ini ke Kepolisian pada hari berikutnya.

Kasus lain yang serupa, Istikomah yang menjaga majikan berumur 85 tahun, yang juga fasih berbahasa Kantonis mendengar percakapan majikan dengan pelaku (penelpon). Pelaku mengaku sebagai anak majikan dan membutuhkan uang sebesar HK$ 30.000. Majikanpun percaya, merasa takut dan bingung, kemudian mempersiapkan uang dan siap untuk di kirim ke nomor rekening bank yang telah di berikan kepadanya.

Istikomah, yang faham dengan percakapan berbahasa Kantonis, berusaha menasehati majikan, agar tidak percaya dengan identitas penipu itu. Istikomah kemudian menghubungi kedua anak majikan, dan mendapati jawaban bahwa mereka baik-baik saja dan tidak membutuhkan uang.

Kepolisian Hong Kong mengakui dan memberikan apresiasi atas tindakan mereka berupa sertifikat penghargaan kepada kedua Pembantu Rumah tangga asal Indonesia, Wiwik dan Istikomah pada hari, Rabu kemarin.

Kefasihan Wiwik Dan Istikomah dalam berbahasa Kantonis tampaknya mengejutkan salah satu anggota dari  Hong Kong Police Force.

"kami telah beranggapan salah, kami, tidak tahu bahwa Pembantu Rumah Tangga asal Indonesia lebih fasih berbahasa Kantonis daripada Bahasa Inggris. Kami fikir, Orang Filipina dan Indonesia hanya mengerti Bahasa Inggris saja," terang Petugas Asisten Daerah Pencegahan Kejahatan- ARCP (Assistant Regional Crime Prevention) Peter Wong Poon-yam.

Kepala KJRI Hong Kong dan Macau, Tri Tharyat, bersama Pembantu Rumah Tangga  lainnya setelah menerima  penghargaan di Markas Kepolosian Daerah Kowloon Timur,

"Mereka mungkin telah melakukan sesuatu yang kecil, tetapi memiliki dampak besar pada masyarakat," katanya.

Pada tahun 2016, tercatat 1.138 kasus penipuan telepon yang telah di laporkan ke Kepolisian. Kerugian mencapai  HK$ 221.558.000 - lebih dari HK$ 600.000 per hari.

Berita di kutip dari : South China Morning Post

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »