DPR Minta Pemerintah Perjuangkan Perlindungan TKI ke Raja Salman

1:19:00 pm
Photo: Dari internet, ribuan tki antri sebelum mengamuk(tahun lalu)
Karya-BMI - DPRRI meminta pemerintah memanfaatkan kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud dalam rangka meningkatkan perlindungan pekerja migran Indonesia di Saudi. Pasalnya, hal tersebut sangat penting mengingat Saudi merupakan salah satu negara yang paling banyak menerima pekerja Indonesia.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, sudah semestinya persoalan pekerja Indonesia menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan bilateral yang dilaksanakan.

"Mungkin banyak agenda dan topik penting yang akan dibicarakan. Tetapi, topik tentang pekerja Indonesia mesti dijadikan sebagai prioritas," ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Ia melanjutkan, sebagai salah satu negara yang banyak menerima pekerja Indonesia, dipastikan ada banyak persoalan yang dihadapi para pekerja Indonesia. Selain persoalan dokumen keimigrasian dan working permit, ada banyak masalah lain yang belum dapat dituntaskan.

Termasuk, para pekerja Indonesia yang saat ini bermasalah dengan hukum. "Saat ini, di Saudi ada 25 WNI yang bermasalah hukum dengan ancaman hukuman mati. Sebanyak 12 orang di antaranya didakwa karena pembunuhan, lima orang karena dituduh memakai sihir, dan delapan lainnya karena zina," paparnya.

Di luar itu, lanjut dia, masih banyak masalah hukum lain yang dihadapi oleh WNI, walaupun tidak sampai didakwa hukuman mati. Melihat fenomena itu, pemerintah dituntut untuk bersungguh-sungguh dalam melindungi WNI yang saat ini sedang menghadapi masalah.

Adalah tugas kewajiban konstitusional negara untuk melakukan berbagai macam upaya dalam membantu warga negaranya. Termasuk tentunya melalui jalur diplomasi dengan pihak kerajaan Saudi yang menemukan momentumnya saat ini.

"Soal pencabutan moratorium pengiriman TKI ke Saudi, saya kira lebih mudah. Kalau itu, kuncinya ada di Pemerintah Indonesia. Pemerintah yang membuat kebijakan moratorium, ya pemerintah bisa mencabutnya kembali," ucapnya.

Saleh menambahkan, kalau belum ada kepastian terkait perlindungan TKI di sana, tentu mencabut moratorium tidak tepat. "Kita tahu, Saudi banyak membutuhkan pekerja kita. Namun demikian, perlindungan dan keamanan mereka harus diprioritaskan," pungkasnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »