Ex BMI Qatar Mengaku ginjalnya di Ganti dengan Pipa oleh Majikan

11:11:00 am
Photo:Sri Rabitah menunjukkan hasil rontgen di RSUP NTB, suarantb.com

Karya-bmi.com  - Seorang Ibu rumah tangga juga mantan seorang BMI Qatar, Sri Rabitah (22 tahun) asal dusun Lokok Ara, desa Sesait Kecamatan Kayangan menjadi korban kebiadapan majikan.

Salah satu organ tubuhnya, yaitu ginjal kanan, di angkat oleh majikannya ketika masih bekerja 7 hari. Melalui oprasi kilat dengan teknologi tinggi, majikan bernama Madam Gada(Israel) beralamat di Doha, Qatar, mengganti ginjalnya dengan pipa.

Berita terkini : Ternyata Ginjalnya masih dua

Berdasarkan pengakuannya pada SuaraNTB , Jumat 24 Februari 2017, Sri Rabitah baru mengetahui jika ginjal kanannya telah di angkat setelah melakukan rontgen di RSUP NTB, pada Rabu, 22 Februari 2017 lalu. Bermula dari keluhan sakit, ia memeriksakan diri ke Puskesmas Kayangan sekitar 10 hari lalu. Oleh pihak Puskesmas, ia kemudian di rujuk ke RSUD Tanjung. Selama 4 malam diopname, pihak RSUD Tanjung melanjutkan penanganan pasien ke RSUP NTB.

Selama 3 malam di RSUP, pasien kemudian diputuskan dirontgen pada tanggal 21 Februari 2017. Dari hasil rontgen dengan No. RM 135551 diketahui ada dua orang dokter radiologi yang terlibat melakukan pemeriksaan yaitu dr. Triana Dyah C, Sp.Rad. M.Sc., dan dr. Dewi Anjarwati, M.Kes. Sp.Rad.

“Kata dokter (sambil menunjuk foto torax), mustahil saya kena kanker ginjal. Saya sangat kaget saat diberitahu ginjal kanan tidak ada, dan ada selang sebesar selang infus yang melingkar di bagian perut,” kata Sri tertunduk lesu.

Sebagaimana penjelasan dokter, cerita Sri, di dalam selang yang tertanam diperutnya itu terdapat serpihan bebatuan kecil. Entah apa fungsinya. Sedangkan pada bagian ginjal, tertanam juga bongkahan batu. Bebatuan inilah yang kerap menimbulkan rasa nyeri, hingga ia seringkali mengeluarkan urin berdarah saat buang air kecil.

Kejadian kencing berdarah ini ia idap selama satu tahun terakhir. Sekembalinya dari Abu Dhabi pada 2014 lalu, ia merasa sakitnya biasa-biasa saja hingga ia menikah dengan suaminya, Harpan Jaya. Oleh pihak keluarga (suami dan mertua), Sri kebanyakan mendapat penanganan dukun. Sri pun merasa baikan setelah mendapat ramuan herbal, namun tak lama berselang, sakit yang sama kembali kambuh. Kejadian ini terus berulang-ulang, hingga ia memutuskan berobat ke fasilitas kesehatan berkat adanya kartu BPJS.

Dari rekomendasi Tim medis RSUP NTB, Sri dijadwalkan menjalani operasi pengangkatan selang pada 2 Maret 2017 mendatang. Selama operasinya nanti, Sri dengan terpaksa harus membawa anaknya, Sasmika Halianda, yang masih berusia 4 bulan. Suaminya pun tak akan mendampingi operasinya, karena sudah 10 hari menginjakkan kaki di Malaysia sebagai TKI. Selain anaknya, ia juga akan didampingi oleh kedua mertuanya, Amaq Karyah dan Ibu Karyah.

“Untuk bisa dioperasi, kami diminta menyiapkan Rp 2,5 juta, katanya untuk sewa alat dari R.S Bhayangkara,” imbuhnya sembari terlihat kebingungan dengan biaya yang masih harus dikeluarkan.

Sementara Amaq Karyah yang didampingi Kadus Batu Jompang, Hamdan, mengaku tak bisa berbuat banyak terhadap kondisi yang dialami menantunya. Ia berharap agar pihak pemerintah dari kabupaten, provinsi hingga pusat memberi atensi atas kasus kehilangan ginjal menantunya.

“Harapan saya, pemerintah memberi perhatian agar tidak ada lagi TKW yang mengalami nasib serupa,” harap Amaq Karyah.

Ia juga mengimbau, agar para TKW lebih berhati- hati selama mengadu nasib di negeri orang. Calon TKW sebaiknya tidak mudah percaya dengan iming-iming gaji dan pekerjaan yang ditawarkan.

Sementara Humas RSUP NTB, Solikin yang dihubungi Jumat, 24 Februari 2017 malam, mengaku pasien yang memiliki Kartu BPJS bisa mendapatkan fasilitas perawatan dari pemerintah. Sementara, kalau termasuk keluarga tidak mampu biasanya dapat bantuan biaya pengobatan dari pemerintah kabupaten. Terhadap pasien asal KLU ini, pihaknya masih harus berkoordinasi dengan pihak pelayanan di RSUP NTB. 

Cc: suarantb.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »