Salah Satu wanita Tersangka Pembunuh Kim Jong-Nam memegang paspor Indonesia

10:05:00 pm


Karya-BMI Seorang perempuan lainnya kembali ditangkap terkait dengan kematian Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.
Kim Jong-nam meninggal pada Senin (13/2/2017) setelah diduga diracuni ketika sedang menunggu untuk naik pesawat di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia.
Polisi mengatakan mereka sekarang telah selesai melakukan pemeriksaan post-mortem terhadap Kim Jong-nam, meski hasilnya belum dipublikasikan.
Seorang perempuan yang lebih dulu ditangkap, yang melakukan perjalanan dengan paspor Vietnam, dijadwalkan akan dihadirkan di pengadilan.
Inspektur jenderal polisi Kerajaan Malaysia, Sri Khalid Bin Abu Bakar, mengatakan bahwa perempuan kedua ditahan pada Kamis (16/2/2017) terkait kematian “seorang laki-laki warga Korea”.
Perempuan kedua tersebut diidentifikasi dari rekaman CCTV bandara dan memiliki paspor Indonesia.
Dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan Polisi Kerajaan Malaysia disebutkan bahwa perempuan berpaspor Indonesia itu bernama Siti Aishah, kelahiran Serang, 11 Februari 1992. Saat ini pernyelidikan masih terus berlangsung.
Malaysia belum secara resmi mengkonfirmasi bahwa laki-laki yang tewas tersebut, yang bepergian dengan nama Kim Chol, adalah Kim Jong-nam, tapi Korea Selatan mengatakan itu sudah pasti Kim Jong-nam.
Ada spekulasi luas bahwa Korea Utara berada di balik pembunuhan tersebut, namun belum ada konfirmasi.
Korea Utara pada Kamis merayakan ulang tahun Kim Jong-il yang-75, yang merupakan mendiang pemimpin Korea Utara sekaligus ayah dari Kim Jong-nam dan Kim Jong-un.
Rabu, Kim Jong-un terlihat menghadiri pertemuan partai berkuasa itu. Rekaman pertemuan itu ditayangkan di media pemerintah yang menunjukkan wajahnya yang muram, seperti dikabarkan kantor berita Korea Selatan, Yonhap, dan ia tidak seperti biasanya ia tidak melambaikan tangan ketika ia meninggalkan pertemuan.
Tidak ada permintaan dari Korea Utara
Kepala Polisi Selangor Abdul Samah Mat mengatakan, kepada BBC bahwa pemeriksaan jenazah Kim Jong-nam selesai pada Rabu malam, tapi belum ada indikasi apakah hasilnya akan diumumkan.
Pemberitaan pada Rabu mengatakan bahwa Korea Utara telah meminta membawa jenazah tersebut, tetapi Samah mengatakan bahwa meski sejumlah pejabat dari kedutaan telah mengunjungi rumah sakit mereka tidak secara resmi meminta untuk membawa jenazah tersebut.
Ia mengatakan Malaysia pada prinsipnya tidak keberatan untuk menyerahkan jenazah tersebut ke Korea Utara, jika ada permintaan.
Dijadwalkan hadir di pengadilan

Kim Jong-nam diperkirakan telah diserang oleh dua perempuan, menggunakan bahan kimia.
Sebuah gambar yang tidak terlihat jelas yang diambil dari rekaman kamera keamanan di bandara, telah disiarkan di Korea Selatan dan Malaysia, menunjukkan seorang perempuan mengenakan T-shirt putih dengan huruf “LOL” di bagian depan.


Belum jelas apakah salah satu perempuan yang ditangkap itu yang berada dalam rekaman tersebut, dan polisi mengatakan mereka masih mencari “beberapa” tersangka lainnya.
Kim Jong-nam terasing dari keluarganya, setelah namanya dilewati untuk mewarisi tampuk kepemimpinan yang digantikan adik tirinya. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya di luar negeri yaitu di Makau, China daratan dan Singapura.
Sebelumnya, ia pernah mengungkapkan menentang kontrol dinasti keluarganya atas Korea Utara dan seperti dikutip dalam buku yang diterbitkan tahun 2012 menyatakan bahwa ia yakin adik tirinya tidak memiliki kualitas kepemimpinan.
Tapi ia mengatakan dirinya tidak tertarik memegang kekuasaan.
Sejumlah sumber pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya telah mengatakan bahwa mereka percaya Kim Jong-nam diracun oleh agen Korea Utara.
Kepala mata-mata Korea Selatan Lee Byung-ho mengatakan kepada anggota parlemen Korea Selatan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini Pyongyang ingin membunuh Kim Jong-nam, tapi ia dilindungi oleh China.
Sebagai negara tertutup, Korea Utara memiliki sejarah panjang mengirimkan agen ke luar negeri untuk melakukan pembunuhan, serangan dan penculikan.
Tetapi beberapa analis mempertanyakan apa motif Kim Jong-un harus membunuh kakak tirinya yang terasing, mengingat resiko operasi dan kemungkinan mendapat malu, ditambah fakta bahwa ia tidak dipandang sebagai ancaman bagi kepemimpinan Kim Jong-un.
Namun dulu, Kim Jong-nam pernah dilaporkan menjadi target pembunuhan. Seorang mata-mata Korea Utara yang dipenjara oleh Korea Selatan pada 2012 disebut telah mengaku berusaha mengatur kecelakaan tabrak lari yang menargetkan Kim Jong-nam. BBC NEWS

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »