62 Calon TKI Timur Tengah gagal terbang, di duga ilegal.

8:09:00 pm

Poto : koransindo.com

Karya-BMI - Pemberangkatan 62 calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diduga ilegal ke Timur Tengah kemarin digagalkan Polresta Sidoarjo. 

Para perempuan yang akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT) itu sedianya diberangkatkan melalui Bandara Internasional Juanda. Selama menunggu terbang, mereka ditampung di dua rumah, yaitu rumah milik Suntoko, 37, Perum Graha Juanda dan rumah milik Usman, 41, di kawasan Sedati. Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Teguh Setiawan mengatakan, TKI ini diamankan pada Senin (6/3) sekitar pukul 23.00 WIB. 

Mereka diamankan sebelum diterbangkan ke beberapa negara di Timur Tengah. Dari tangan Suntoko, polisi menyita paspor dan sejumlah dokumen untuk ke luar negeri. Kepada polisi, Suntoko mengakui bukanlah pemilik atau pegawai perusahaan pengerah jasa TKI (PJTKI). “Suntoko ini merupakan agen pribadi yang mengaku ditugaskan memberangkatkan calon TKI ke luar negeri,” ungkapnya. 

Kepada polisi, Suntoko menjelaskan, dari Bandara Juanda para TKI itu akan diterbangkan ke Malaysia. Di negeri jiran tersebut mereka ditampung agen untuk diberangkatkan lagi ke Timur Tengah. Para TKI tersebut telah mengantongi visa untuk bekerja. Padahal, sejak 2011 sudah ada moratorium pengiriman TKI ke luar negeri, kecuali ada kerja sama dengan perusahaan di luar negeri. 

“Moratorium itu kan belum dicabut. Kok bisa mereka mendapat visa kerja,” tanya Teguh. Sebelum diamankan polisi, Suntoko mengaku telah memberangkatkan sekitar 30 orang ke Tim ur Tengah. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Lombok dan Jawa Barat. 

“Tersangka dijerat Pasal 102 Ayat 1 huruf a dan huruf b Undang-undang No 39/2004 tentang Perlindungan dan Penempatan TKI di Luar Negeri dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Sementara itu, Suntoko mengaku hanya mengantarkan para TKI ke bandara dan memastikan mereka telah diterbangkan ke Malaysia atau negara tujuan lain. Dia mengaku telah beberapa kali mengantar TKI. Dari setiap orang yang ditampung dan diberangkatkan, Suntoko mendapat upah Rp700.000. “Saya hanya mengantarkan calon TKI ini saja sampai terbang,” kata lelaki bertubuh tambun ini. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »