Bank Mandiri Dukung Kemandirian Buruh Migran

3:21:00 pm


karya-bmi.com - Kerja sama Bank Mandiri dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk memandirikan Buruh Migran Indonesia (BMI) membuahkan hasil untuk 10 peserta program Coding Mum di Singapura. Kesepuluh peserta Coding Mum berhasil menuntaskan delapan pertemuan kegiatan belajar di level pertama membuat website untuk mengembangkan kewirausahaan berbasis teknologi.
“Bank Mandiri mendorong berkembangnya para wirausaha di Indonesia, tidak terkecuali para perempuan BMI yang sering kali menjadi tulang punggung keluarga dalam hal pendapatan dan investasi,” kata Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri Rico U Frans di Singapura, Minggu, 12 Maret 2017. Program ini, menurut dia, sejalan dengan program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dan Mandiri Sahabat Negeri.
Dengan mempelajari teknik pembuatan program diharapkan membantu masa depan BMI saat masa kontraknya habis. Sehingga saat kembali ke Indonesia sudah mempunyai keahlian untuk memulai usaha. “Beberapa koreksi ditekankan dari hasil latihan peserta. Teknik yang dipelajari harus dipakai secara relevan. Bukan semua teori dilempar dalam website. Diperhatikan komposisi kecocokan warna dengan huruf, dan banyak buka-buka situs orang untuk melihat gaya penulisan apa yang sedang tren,” ujar Rico.
Coding Mum merupakan inisiatif Bekraf yang didukung Bank Mandiri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia. Ada tiga level yang dijalani, yaitu dasar untuk menguasai HTML dan CSS, lanjutan mempelajari Java Script, dan Advance untuk mempelajari sistem PSP. Bank Mandiri berkontribusi pada fasilitas dan dana untuk program ini. Selain itu, anggota program Coding Mum terbuka untuk mendapat fasilitas pinjaman mikro dalam pengembangan usaha.
“Program ini diharapkan akan memutus rantai buruh migran yang tidak hanya berfokus pada perpanjangan masa kerja di luar negeri, tapi juga dapat membuka lahan kerja baru dengan pasar yang lebih tak terbatas melalui wirausaha berbasis teknologi atau e-commerce,” kata Corporate Communications Head Bank Mandiri Ahmad Reza.
Sementara itu, Kepala Subdit Edukasi Ekonomi Kreatif untuk Publik Bekraf Mohammad Amin mengatakan upaya pemberian keterampilan ini salah satunya bertujuan semakin menurunkan pekerja tanpa keahlian yang merantau di luar negeri untuk pekerjaan domestik, seperti asisten rumah tangga. (*)
Sumber : tempo.co

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »