Eks BMI Tembus Pasar Hongkong Dengan Nasi Tiwul Instan

5:30:00 am
Fera dan produk unggulannya

Karya-BMI -- Ponorogo, Fera Nuraini (32) eks BMI Hong Kong 10 tahun, benar-benar memanfaatkan pengalamannya menjadi sebuah kesempatan usaha.

Ketela pohon yang melimpah di Ponorogo Jawa Timur, membuatnya tergugah untuk memulai bisnis pembuatan nasi tiwul instan.

Kisah berawal seorang teman memberitahu, jika tetangganya berjualan tiwul instan. Ia mencoba memasarkan nasi tiwul instan secara online di FB, dengan mengambil sedikit keuntungan saja. Ternyata peminat dari Hong Kong membludak.

"Lama-lama kalau saya ambil dari orang untungnya tidak seberapa dan uangnya habis untuk biaya trasnportasi," ujar Fera kepada liputan6 Rabu (22/3/2017). 

Dari situ muncul ide untuk memproduksi nasi tiwul instan dan dipasarkan sendiri. Faktor lainnya yang membuat ia menekuni tiwul instan karena waktu merantau sebagai BMI. Ia sering merindukan makanan kampung halaman. Dan tiwul adalah salah satunya. 

"Saya memilih memproduksi tiwul instan karena makanan ini bisa tahan lama, tidak seperti jualan makanan matang kalau tidak habis akan basi," kata Fera yang sudah menggeluti usaha ini selama delapan bulan terakhir. 

Proses pembuatan tiwul ini dari ketela ketan yang dikeringkan kemudian digiling kasar lalu di masak. Ketela ia peroleh dari tetangga atau dari pasar. Dalam satu hari ia bisa memproduksi 4-5 kg nasi tiwul.

"Saya produksi melihat cuaca, kalau cerah dan panas mendukung saya produksi, kalau dari pagi sudah terlihat mendung saya stop dulu," ucap Fera sambil memperlihatkan nasi tiwul yang sudah dikemas.

Untuk pemasaran Fera masih dilakukan melalui online. Penjualan lewat online dia rasa efektif, karena bisa menjangkau pembeli seluruh Indonesia bahkan dunia.Ia tak memungkiri, konsumen yang banyak membeli berasal dari Hongkong, negara di mana ia pernah mengadu nasib sebelumnya.

Karena tiwul ini bisa tahan sampai enam bulan, maka Fera berani memasarkan hanya melalui online. Produk ini diberi nama 'Fera Tiwul Instan'.

"Tidak hanya tiwul, juga ada gatot instan dan nasi jagung instan," ujar Fera merujuk pada produksi lain buatan tangannya. Tertarik mencoba? (Ad/Hn)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »