Jenazah Jubaedah (38), TKI asal Kabupaten Cirebon tiba di rumah duka.

10:38:00 pm
Poto: kerumunan tetangga, menyambut kedatangan jenazah Jubaedah
Karya-BMI -  Jenazah Jubaedah (38), TKI asal Kabupaten Cirebon tiba di rumah duka di Gang Persada, Desa Banjarwangunan. Jubaedah meninggal di Malaysia diduga menjadi korban kekerasan. Jenazah tiba di rumahnya sekitar pukul 19.30 WIB dengan menggunakan ambulans termasuk perwakilan kedutaan dan BNP2TKI.

Jenazah sebelumnya tiba dengan Malaysia Air sekitar pukul 11.45 WIB, Jumat (3/3/2017). Saat mobil ambulans tiba, keluarga dan tetangga Jubaedah histeris. Mereka menangis karena kepergian Jubaedah.

Sebelumnya menurut pengakuan kedua majikan korban, Jubaedah terpeleset dan terjatuh dari tangga rumah bertingkat mereka di Jelutong, Penang pada Sabtu(25/2) pukul 12.45 waktu setempat.

Poto paspor, detik.com
Namun di tubuh Jubaedah ditemukan bekas luka, termasuk luka memar dan patah tulang iga. Polisi Malaysia sudah menahan majikan korban.

Kementerian Luar Negeri memastikan, akan membantu pihak keluarga Jubaedah. Hak-hak korban sebagai pekerja akan terus diperjuangkan dan diserahkan ke keluarga.

"Pemerintah akan selalu hadir tidak akan lepas tangan. Terutama hak-haknya seperti gaji dan asuransi kita akan urus. Selama ini gaji dibayar tapi kan ada sisa gaji, itu yang akan kita urus," ujar Staf Direktorat Perlindungan Kemlu, Suseno, usai mengantar jenazah ke rumahnya.

Suseno,  mengaku belum tahu persis kronologi kematian wanita berusia 38 tahun itu. Namun dipastikan korban meninggal secara tidak wajar dan majikannya telah ditahan oleh Polisi Malaysia.

Disinggung soal keberlangsungan kelima anak korban yang masih kecil, Suseno mengaku, "hal tersebut akan segera diurus oleh pemerintah. Termasuk itu (anak), kita akan pikirkan lagi untuk masa depannya," katanya.

Wanita kelahiran 24 Januari 1979 itu dikarunia lima orang anak yang terdiri dari satu perempuan dan empat laki-laki dari hasil pernikahannya dengan Nendi.  Kini kelima orang anak tersebut sudah tidak memiliki orang tua, sang ayah sudah terlebih dahulu meninggal pada 2016 silam karena sakit.  Anak yang paling besar perempuan umurnya sekitar 18 tahun, sudah lulus sekolah dan kerja. Yang paling kecil umur 2 tahunan karena pas berangkat (ke Malaysia) anaknya baru 2 bulan, ujar Kana, kakak ipar korban. Berdasarkan laporan detik.com di lokasi rumah korban, sejumlah warga yang sedari siang hingga saat jenazah datang berkumpul sedikit demi sedikit sudah mulai membuarkan diri. Sementara peti berisi jenazah disemayamkan di tengah rumah dan tengah di doakan oleh keluarga dan para tetangga.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »