Pasangan majikan singapura di penjara karena tidak memberi makan yang cukup kepada pembantu Filipinanya

2:13:00 pm

Karya-BMI Singapore -- Pasangan majikan Singapura dijatuhi hukuman penjara pada Senin 27 Maret 2017. Pasalnya mereka mempekerjakan pembantu Filipinanya tanpa memberi makan yang cukup, dan sering kelaparan.

Lim Choon Hong dipenjara tiga minggu dan didenda S$ 10.000, sedangkan istrinya Chong Sui Foon dipenjara selama tiga bulan.

Para jaksa, yang menuntut penjara 12 bulan untuk setiap orang, telah mengindikasikan bahwa mereka akan mengajukan banding atas hukuman tersebut.

Lim dan Chong, (keduanya 47), dinyatakan bersalah pada bulan Maret tahun lalu karena telah gagal untuk memberikan pembantunya Thelma Oyasan Gawidan dengan makanan yang cukup saat bekerja untuk mereka. Gawidan hanya di beri seiris roti tawar dan mie instan untuk makan dua kali sehari selama lebih dari satu tahun, menyebabkan dia kehilangan hampir 20 kg dalam waktu 15 bulan selama ia bekerja untuk keluarga Lim.

Thelma Oyasan Gawidan
Permintaan pebantunya soal makan selalu di abaikan, dan mereka  menyita handphone dan paspornya, agar tidak kabur.

Pada bulan April 2014, Gawidan berhasil melarikan diri, berlari hingga menemukan sebuah telepon umum dan kemudian menelepon seorang teman untuk meminta bantuan. Dia kemudian dibawa ke HOME, sebuah organisasi kesejahteraan bagi pekerja migran di Singapura. Dia ditimbang hanya 29 kg pada saat itu.

Lim dan Chong mengaku bersalah kepada pengadilan pada Desember 2015 karena membiarkan Gawidan kelaparan dan kekurangan makan.

Dalam pembelaannya, Chong mengaku perbuatannya merupakan pengaruh penyakit mentalnya saat ia menderita gangguan makan sebagai remaja dan telah didiagnosis dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD) sebagai orang dewasa.

Namun, Hakim Distrik Low Wee Ping memutuskan pada bulan Desember tahun lalu, setelah mendengar dari tiga psikiater, bahwa OCD Chong itu “tidak terkait” untuk perilakunya terhadap Gawidan.

Pasangan ini juga telah mencoba memberi tawaran uang kepada mantan pembantunya S$ 20.000 sebagai bagian dari perjanjian penyelesaian dan pencabutan tuntutan di sidang pengadilan.

Jaksa menuduh Lim dan Chong menggunakan pembayaran sebagai “alat untuk mendapatkan hukuman yang lebih ringan”, terbukti bahwa tawaran itu dibuat setelah Hakim Low mengatakan ia sedang mempertimbangkan hukuman penjara kepada mereka.

"Apakah ini berarti Anda dapat membayar jalan keluar, karena Anda dapat membelinya?”pertanyaan hakim kepada mereka.

Karena gagal memperlakukan pekerja dengan baik sebagaimana memberikan Gawidan dengan makanan yang cukup, pasangan, yang memiliki empat anak ini, bisa saja dipenjara sampai satu tahun dan / atau denda S$ 10.000.

Pasangan ini secara permanen di larang mempekerjakan pembantu asing.

Dalam jumpa pers tak lama setelah Lim dan Chong dijatuhi hukuman, Kementerian Tenaga Kerja (MOM) mengatakan pasangan itu telah secara permanen dilarang mempekerjakan pekerja rumah tangga asing.

"Kementerian memiliki toleransi nol untuk penyalahgunaan dan perlakuan buruk kepada pekerja," kata Jeanette Har, direktur departemen kesejahteraan di divisi manajemen tenaga kerja asing MOM ini.

"Prilaku Lim dan istrinya adalah tercela dan MOM akan  menindak lanjuti individu yang gagal untuk melindungi kesejahteraan pekerja. Kami senang bahwa kondisi fisik Thelma telah meningkat dan dia sekarang bekerja untuk majikan baru." tutur imbuhnya. (Hn/KBMI)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »