Seorang BMI Hong Kong baru bekerja 20 hari, putrinya meninggal hanyut di sungai dekat rumahnya.

4:28:00 pm


Karya-BMI - Siti Aisyah Anggraini (2 thn) warga Desa Putukrejo Kecamatan Gondang Legi, Kabupaten Malang, berhasil di temukan, Minggu (5/3).


Korban ditemukan sudah tak bernyawa sekitar pukul 07.30 WIB di perbatasan antara Desa Ganjaran dengan Desa Penjalinan atau radius 10 km dari TKP korban hilang.




Sebelumnya korban dinyatakan hilang, Jumat (3/3) kemarin. Saat itu putri Zainul Rozikin dan Yuliana bermain di sekitar rumahnya. Dugaan awal korban tenggelam dan terhanyut di sungai depan rumahnya.



“Ditemukan warga yang berangkat ke sawah. Yang dilihat dulu adalah kepalanya,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo.

Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Polsek sebelum dipulangkan ke rumah duka.

“Langsung dibawa ke rumah duka,” imbuhnya.

Petugas gabungan di hari pertama dan kedua tak berhasil menemukan keberadaan korban, yakni dengan menyisir sepanjang sungai. Mulai dari TKP hingga 10 km atau sampai di Dusun Ganjar.

Kejadian berawal saat Pi'atin (nenek dari balita), meninggalkannya sebentar di halaman rumah seorang diri. Nenek berusia 60 tahun itu bermaksud masuk ke rumah mengambil mainan dan baju untuk Aisyah. Akan tetapi, ketika si nenek kembali, Aisyah tidak ada di tempat.

Anak satu-satunya pasangan muda Ainul dan Yuli ini terpaksa harus diasuh neneknya karena ibunya baru beberapa hari berangkat menjadi TKI ke Hongkong.

"Ya, ibunya baru sekitar dua puluh harian jadi TKI ke Hongkong dan si kecil Aisyah di asuh neneknya, karena ayahnya saat itu juga lagi kerja," ucap Rahma - sepupu ayah Aisyah - kepada wartawan.

Pencarian dilakukan warga sekitar, team SAR gabungan dari team SAR kabupaten Malang, SAR BPBD Kab. Malang, dan SAR relawan setempat. Selain penyisiran sepanjang Sungai irigasisi Ilang desa Putukrejo, juga dilakukan upaya bertanya ke paranormal karena ditakutkan adanya indikasi penculikan.

"Setidaknya, Aisyah sudah ditemukan walau dalam keadaan meninggal. Sedih tentu saja. Bahkan banyak sekali yang bersimpati dengan peristiwa ini. Media cetak, media elektronik pun memberitakan. Tidak tahu, ibu Aisyah sudah mengetahuinya atau belum. Semoga saja dia tabah," pungkas Rahma.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »