TKI Berpotensi Menjadi Marketplace Lintas Negara

10:59:00 am
Karya-BMI BANDUNG -- Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hongkong, Malaysia, dan Singapura menjadi pasar potensial untuk digarap startup di bidang marketplace. Pasalnya, selama ini, TKI Indonesia sering berbelanja produk Indonesia secara online melalui media sosial.

‬"Belum ada marketplace lintas negara di Asia yang secara spesifik membidik pasar migran, padahal potensinya cukup besar," ujar Manager Accelerator Indigo.id, Jeffri Irmawan, di Bandung, Kamis (16/3).


Apalagi, kata Jeffri, saat ini berbelanja lintas batas negara sedang booming di industriecommerce. Pertumbuhannya bahkan mencapai dua kali lipat total keseluruhan pasar business​ to customer (B2C) dan diprediksi terus menanjak hingga 2020. Sementara jumlah TKI di Malaysia diprediksi mencapai dua juta orang. Yakni, di Singapura 150 ribu orang, Hongkong 153 ribu, dan Korea Selatan 58 ribu. Jumlah tersebut, belum termasuk TKI yang berangkat secara ilegal.
"Ini adalah salah satu potensi bisnis global yang bisa ditangkap startup. Masih banyak poluang bisnis global lain yang potensial digarap," katanya.

‬Untuk mengangkat peluang bisnis global yang potensial dikembangkan startup digital Indonesia, Indigo.id memperluas koneksi global bagi binaannya dengan menjalin aliensi strategis internal dengan PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) yang beroperasi di empat benua. 

‬Saat ini, kata dia, wilayah kerja dan mitra Telin tersebar Singapura, Hongkong, Timor Leste, Australia, Malaysia, Macau, Taiwan, Amerika Serikat, Myanmar, dan Saudi Arabia. Tidak sedikit di antara mereka yang bekerja di bidang teknologi informasi komunikasi (TIK).

Melalui kerja sama tersebut, menurut dia, Indigo.id sebagai akselarator dan inkubator startup di Indonesia, menggali peluang yang bisa dikerjasamakan antara startup binaan Indigo.id dengan Telin dan mitranya. Kerja sama yang potensial dikembangkan, baik dalam kapasitas sebagai mitra usaha maupun menjadi venture capital. "Target kami, cakupan pasar binaan Indogo.id bisa meluas ke area global," katanya.

Kerja sama awal dengan Telin, kata dia, digelar Indigo.id dengan terlibat langsunh dalam Bali Annual Telkom International Conference ( BATIC) 2017 di Bali pada 8-10 Maret lalu. Sebelumnya, Indigo.id juga sudah menjalin aliansi global dengan inkubator sejenis asal Malaysia, MAGIC (Malaysia Global Innovation and Creative Center). Dengan konsep serupa, Indigo.id juga bekerjasama dengan SVA Technology Alliance yang menyambungkan startup khusus kawasan Asia Tenggara dengan jejaring startup global langsung di Silicon Valley, Amerika Serikat. (Hn/Ad)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »