Babak Baru mengungkap kasus dugaan pemerkosaan massal yang di lakukan pimpinan PJTKI

10:41:00 pm
Sugiarsi memberikan terapi mental dan psikis kepada salah satu korban pemerkosaan oleh pimpinan PJTKI di Sragen. Photo:Joglosemar

Karya-BMI — Kasus dugaan perkosaan massal terhadap sembilan calon tenaga kerja Indonesia (TKI), salah satunya asal Sragen berinisial SMP (19) oleh pimpinan PJTKI Semarang berinisial ES (50), sepertinya memasuki babak baru.
Tim Polda Jawa Tengah dikabarkan mulai turun ke Sragen untuk memeriksa dan mengambil keterangan SMP, calon TKI yang menjadi korban perkosaan sadis pada periode 2016 silam itu.
Hal itu disampaikan oleh Koordinator Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen, Sugiarsi (75 tahun) pada Kamis (20/4/2017). Sugiarsi, Aktivis pejuang perempuan korban kekerasan gender  mengungkapkan, setelah melalui berbagai desakan, tim Polda akhirnya bersedia turun ke Sragen menindaklanjuti dengan memeriksa SMP.
Di lansir dari situs JOGLOSEMAR.CO kedatangan tim Polda itu terjadi pekan lalu untuk melakukan serangkaian pemeriksaan kondisi dan kejiwaan SMP. Selain itu, tim juga meminta keterangan kepada calon TKI asal Sukodono tersebut untuk melengkapi penyelidikan.
“Tim Polda dipimpin oleh Kompol Sulis, kemarin datang ke Sragen untuk memeriksa kondisi SMP, terutama kondisi kejiwaannya. Karena oleh terduga pelaku yang juga bos PTJKI itu, SMP dituduh mengalami gangguan kejiwaan,” ungkap Sugiarsi didampingi psikolog pengawal APPS, Dewi Novita Kurniawati, Kamis (20/4/2017).

Sugiarsi sangat berharap itikad yang ditunjukkan tim Polda itu sebagai angin segar untuk membuka dan menuntaskan kembali pengusutan kasus yang dianggap sudah berbulan-bulan menggantung tanpa kepastian. Ia juga mendesak Kapolda Irjen Pol Condro Kirono berani tegas untuk mengusut kasus tersebut.
Pasalnya selain pelaku punya power dan materi banyak, itikadnya yang sempat mengancam dan meneror korban, tentu membutuhkan keberanian dan keseriusan dari aparat.
Ia sangat berharap tak hanya dipercepat, pelaku juga bisa dihukum dengan hukuman setimpal.

“Kemarin SMP juga diperiksa di RS Bhayangkara Semarang dengan diantar oleh petugas dari PPA Pemkab Sragen. Harapan kami Pak Kapolda bisa mempercepat penanganan kasus ini. Kalau tidak ini akan jadi preseden buruk bagi perempuan korban kekerasan seksual di Jateng untuk mendapat keadilan,” tandasnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »