Beberapa larangan untuk menghadiri temu kangen Pak Jokowi, bukan peraturan KJRI

4:56:00 pm

Karya-BMI -- Sehubungan dengan rencana kedatangan Presiden Joko Widodo ke Hong Kong pada minggu depan, Konsul Jenderal Tri Tharyat meminta para BMI untuk tidak gelisah karena banyaknya peraturan untuk para undangan menghadiri acara tersebut. Peraturan tersebut antara lain melarang para undangan membawa makanan atau minuman, kamera dan spanduk.

“Larangan itu bukan dari kami (KJRI) tapi house rules (peraturan penyelenggara-Asia ExPo), kalau mau mengikuti keinginan kita sih, silahkan saja mau bawa spanduk atau kamera atau makanan,” kata Konjen Tri lantas tertawa, saat jumpa pers di KJRI, Jumat, 21 April 2017.

Konjen lantas menyanggah adanya larangan membawa spanduk masuk ke dalam acara di Asia Expo tersebut merupakan upaya larangan penyelenggaraan demonstrasi saat Presiden Jokowi datang nanti. Menurutnya, larangan membawa spanduk dan sebagainya murni peraturan Asia Expo, yang tak dapat diacuhkan KJRI terutama karena acara ‘Temu Kangen dengan Presiden Jokowi” tersebut diselenggarakan bersamaan dengan 2 acara lainnya di gedung tersebut.

“Tidak benar kalau kami melarang demonstrasi. Silahkan saja kalau mau demo, ada areanya di Asia Expo, silahkan hubungi polisi Hong Kong untuk mengaturnya sendiri,” kata Konjen.

Sementara untuk alasan keamanan, para undangan diminta membawa tiket ‘Temu Kangen Pak Jokowi’ yang telah dibagi-bagikan sejak Minggu, 23 April 2017 kepada WNI yang telah mendaftar sebelumnya. Para undangan diminta membawa HKID dan paspor asli saat menghadiri acara nanti untuk dapat dicek langsung oleh petugas sebelum diperbolehkan masuk.

Presiden Jokowi akan datang ke Hong Kong menemui para WNI pada Minggu. 30 April 2017 usai menghadiri Asean Economy Summit di Manila, Filipina. Bersamaan dengan Presiden Jokowi, juga ikut hadir Band Slank yang akan menghibur para undangan selama acara tersebut digelar.

Keesokan harinya pada 1 Mei 2017 Presiden Jokowi akan menghadiri pertemuan bisnis dengan sekitar 300 pengusaha Hong Kong dan Macau di Hotel Conrad, Admiralty. Namun Presiden Jokowi kemungkinan besar tidak akan dapat blusukan menemui para BMI di hari buruh internasional tersebut, karena Presiden Jokowi berencana segera kembali ke Jakarta usai acara.

“Kemungkinan besar tidak (sempat menemui para BMI Hong Kong di hari buruh internasional), karena Bapak Presiden ingin segera kembali ke Jakarta dan menemui para buruh di Indonesia pada hari itu,” kata Konjen Tri.

Cc: Suara.hk

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »