Pengadilan Jatuhi Hukuman 9 Minggu Penjara Pada Seorang PRT Filipina yang Kedapatan Bekerja di Restoran

7:30:00 pm
Karya-BMI.com -- Seorang pembantu rumah tangga asal Filipina yang telah bekerja di Hong Kong selama 14 tahun dijatuhi hukuman penjara selama sembilan minggu setelah ia ketahuan bekerja di sebuah restoran Filipina di Central.

Terdakwa bermarga Magsano, dinyatakan bersalah melanggar ijin tinggalnya oleh Wakil Hakim Lam Tsz-kan di Pengadilan Sha Tin. Hal serupa terjadi pada seorang rekan laki-laki terdakwa, yang juga berasal dari Filipina, dibebaskan dari tuduhan yang sama.

Sejauh ini, kasus tersebut hanya dilaporkan oleh Hong Kong News, media publikasi Filipina terbesar di Hong Kong. Menurut media tersebut, petugas dari Departemen Imigrasi menangkap kedua terdakwa di sebuah restoran Filipina di World-Wide House pada 19 Februari ketika mengantarkan nasi kotak makan siang dan menyerahkan kepada pelanggan .

Dalam sidang Pengadilan di Sha Tin, penuntut mengklaim bahwa saksi mata melihat para terdakwa menerima pembayaran dari pelanggan dan memasukkannya ke dalam keranjang.

Dalam sidang pengadilan, Magsano mengatakan bahwa dia datang ke restoran sebagai pelanggan dan memesan makanan pada pukul 10:30, tetapi hingga pukul 11:45 dia tidak kunjung menerima makanannya. Pada awalnya, dia mengaku bahwa saat itu, banyak pelanggan yang juga mengantri menunggu pesanan mereka, tetapi kemudian dia menarik kembali pernyataannya, dan mengatakan bahwa saat itu dia bertemu dengan temannya hingga lupa akan makanan yang telah di pesannya.

Petugas imigrasi tiba di restoran itu pukul 11:45 dan meminta Magsano menunjukkan kartu ID nya. Masagno dilaporkan telah melakukan pekerjaan sambilan di restoran. Ketika ditanya di pengadilan tentang alasan dia melakukan pekerjaan itu, Masagno terdiam lama. Dia tampak "terkejut" dan "gugup".

Sementara terdakwa lainnya seorang laki-laki  yang bernama Dionne, seperti dilansir oleh Hong Kong News mengatakan, dia datang ke restoran untuk makan. Pada saat itu ada seorang perempuan yang meminta bantuannya untuk mengulurkan makanan kepadanya. Karena saat itu banyak pengunjung yang menghalangi jalannya, hingga akhirnya terpaksa ia membantu tiga orang untuk memberikan pesanannya.

Jaksa Penuntut Umum mengatakan bahwa, Departemen Imigrasi telah mengeluarkan perintah penghapusan ijin kerja terhadap Dionne, itu artinya dia sudah tidak boleh melamar sebuah pekerjaan lagi.

Wakil hakim Lam membebaskan Dionne karena ada saksi mata yang dapat dipercaya, tetapi untuk kasus Magsano dia terbukti bersalah dan hakim menjatuhi dia hukuman 9 minggu penjara. (RED/KBMI).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »