SEORANG MAJIKAN DI SINGAPURA DI TUNTUT ATAS TUDUHAN PENGANIAYAAN TERHADAP SEORANG BMI

11:50:00 am


Blok 427, Clementi Avenue 3, Singapura. Google Map

Karya-BMI.com --Seorang wanita muslim warganegara Singapura (42) mengaku bersalah di persidangan Singapura pada hari Senin(5/6). Dia telah melakukan penyiksaan terhadap pekerjanya selama tiga bulan dalam kurun waktu antara tahun 2015 sampai tahun 2016.


Wanita tersebut, bersama suami dan ketiga anaknya yang berusia 4 sampai dengan 8 tahun, melakukan penyiksaan terhadap Intan Atikah (28) terhitung saat dia mulai bekerja pada keluarga itu di bulan April 2015 di kediaman mereka, Housing Development Board, Blok 427, Clementi Avenue, Singapura.

Pengadilan mendengar kesaksian dari tetangga bahwa dia telah melihat anak perempuan majikan yang berusia delapan tahun menampar muka dan memukul tangan pelayannya di depan umum. Dia juga sering mendengar dia menangis dan memaki-maki di dalam apartemen.


Pada tanggal 12 Desember 2015, majikan wanita meludahi wajah Atikah lima kali sambil terus marah-marah karena dia tidak bisa menyelesaikan setrikaannya tepat waktu jam 9 pagi.

Sang tetangga segera menelpon polisi, tetapi ketika polisi datang, majikan Atikah pura-pura memeluk pekerjanya seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dia lalu memerintahkan Atikah untuk mengatakan kepada polisi bahwa itu murni kesalahan dia sendiri karena tidak dapat menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Beberapa hari kemudian, dia juga menginjak kaki Atikah hingga bengkak. Namun tidak mengijinkannya untuk pergi ke dokter.

Pada tanggal 27 Februari 2016, dia kembali memarahi Atikah karena dianggap tidak becus mengendalikan perilaku anaknya di sebuah pemakaman, seperti dilaporkan Shin Min Daily. Sang majikan menarik kerudung atikah lalu membuangnya, sedang anak perempuannya yang berusia 8 tahun memukul punggung Atikah.

Pada tanggal 6 Maret tahun lalu, Atikah terlambat bangun 10 menit dari jadwal, setelah semalaman dia merawat neneknya. Majikan memanggil "bitch" dan "whore"(pelacur/red) kepada Atikah yang menyebabkan dia melarikan diri dari rumah majikannya. Namun upaya itu dapat digagalkan oleh kedua majikannya.

Tetangga mereka segera menghubungi polisi setelah mendengar suara tangisan keras Atikah, yang kemudian menceritakan semua penyiksaan yang diterimanya kepada polisi.

Pengadilan tinggi Singapura menjatuhkan hukuman empat bulan penjara terhadap majikan Atikah, yang ternyata sering melakukan keterlambatan pembayaran gaji terhadap pekerjanya. Keputusan pengadilan akan dibacakan pada tanggal 28 Juni mendatang. RED/KBMI

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »