Pria Gantung Diri di Tat Yi House, Di Duga Pelaku Usaha Pemerkosaan Gadis 19 Tahun

12:07:00 pm Add Comment

Karya-bmi.com -- Pada hari Sabtu (29/7), polisi menerima laporan adanya usaha pemerkosaan terhadap seorang gadis 19 tahun di wilayah Sau Mau Ping.

Kronologi di berita sebelumnya : 
Dari keterangan korban, pelaku memiliki ciri-ciri berambut pendek, tinggi badan 1,7 meter, umur 20-an tahun mengenakan celana pendek dan berkacamata.

Dari hasil penelusuran, polisi mencurigai seorang pria yang terekam dalam CCTV sebuah toko dan menemukan identitas dari sebuah kartu oktopus yang ia gunakan. Polisi meyakini pelaku tinggal di sebuah unit gedung di Po Tat Estate, Sau Mau Ping. Polisi memblokir dengan ketat wilayah tersebut.

Pada hari Senin pukul 5 pagi (31/7), polisi menemukan seorang pria gantung diri di tangga lantai dasar Tat Yi House, Po tat Estate. Ambulan tiba di lokasi, pria itu di nyatakan meninggal.

Masih dalam dugaan polisi, pria tersebut di yakini memiliki ciri-ciri yang sama dengan pelaku usaha pemerkosaan pada Sabtu dini hari di Sau Mau Ping. Saat berita di terbitkan belum ada klarifikasi dari pihak kepolisian, apakah pria yang bunuh diri adalah pelaku usaha pemerkosaan tersebut. [Red/KBMI]

Banyaknya Hiker Alami Dehidrasi, 14 Helikopter Di Kerahkan Untuk Evakuasi Korban

6:50:00 am Add Comment

Karya-BMI.com -- Suhu udara di Hong Kong hari Sabtu (29/7) mencapai 36°C lebih. Panasnya udara ini dipengaruhi oleh typhoon "Nasa" dan badai tropis "Begonia". Pada pagi hari, pusat data Observatory telah mengeluarkan tanda peringatan cuaca yang sangat  panas. Dalam satu hari ini dilaporkan setidaknya ada 17 hiker yang menderita dehidrasi ketika melakukan hiking di bawah terik matahari yang menyengat. Mereka merasakan kelelahan, pusing dan gejala-gejala dehidrasi lainnya. Beberapa orang bahkan harus dibawa ke rumah sakit menggunakan helikopter, seperti dilaporkan Oriental Daily.

Di Sai Kung,  dilaporkan ada beberapa hiker yang mengalami gejala dehidrasi walaupun mereka telah membawa banyak bekal air. Mereka itu terdiri dari 7 orang pemuda laki-laki dan perempuan dengan usia yang sebaya. Pada pukul 3 sore dalam perjalanan menuju Ham Tin Wan, mereka merasakan pusing dan kelelahan. Salah seorang anggota rombongan segera menghubungi polisi untuk meminta bantuan, karena jarak tempat mereka jauh dengan jalan raya, petugas mengevakuasi mereka dengan helikopter. Dua orang laki-laki dan seorang wanita dibawa ke Eastern Hospital untuk menjalani perawatan.



Sementara itu, pada pukul 12:49 siang, seorang wanita yang sedang hiking di Wong Lung Hang juga merasakan tidak nyaman dan tergelincir di sungai hingga mengalami luka di bagian mulutnya. Beberapa rekan yang melihat segera menyelamatkannya dan meminta bantuan polisi. Wanita itu juga dibawa ke rumah sakit menggunakan helikopter.

Pada pukul 1 siang, dua orang laki-laki paruh baya beserta teman-temannya juga dilaporkan mengalami dehidrasi ketika menuruni bukit. Petugas segera tiba dilokasi. Dua orang dibawa ke East Hospital menggunakan helikopter. Salah satu dari mereka dalam kondisi serius, bahkan harus dipasang alat bantu oksigen.

Pada pukul 2 sore, dua hiker perempuan di Sha Tau Kok juga mengalami gejala dehidrasi. Petugas tiba di lokasi dengan membawa ambulan. Setelah mengalami pertolongan pertama, mereka merasakan lebih baik dan tidak perlu dibawa ke rumah sakit.

Pada pukul 2 sore, seorang wanita usia 40 tahun yang tengah hiking di MacLehose Trail, Ma On Shan juga dilaporkan merasakan tidak nyaman. Dia segera beristirahat dan meminta bantuan polisi. Wanita itu dibawa ke rumah sakit dengan helikopter untuk menjalani perawatan.

Pada pukul 3 sore, seorang hiker wanita di Sha Tin juga mengalami gejala dehidrasi. Namun dia tidak memerlukan bantuan polisi.

Pada pukul 4 sore, dua orang lelaki dan seorang wanita yang sedang hiking di Wilson Trail, Tsuen Wan  juga merasakan tidak nyaman. Mereka segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani rawat inap.

Seorang juru bicara dari Government Flying Service mengatakan hari ini setidaknya telah menerbangkan 14 buah helikopter sehubungan dengan kasus dehidrasi, 17 orang yang cedera , dimana 7 orang langsung dibawa ke Eastern Hospital dan 10 orang lainnya di bawa ke wan Chai dengan ambulan.

Mantan kepala departemen A&F dari North Distric Hospital, Chung Chin Hung mengatakan masyarakat harus mempertimbangkan baik baik saat akan hiking dalam cuaca yang panas.Mereka harus memakai pakaian berwarna terang, topi, dan bekal air yang cukup. Mereka juga harus menghindari paparan matahari langsung dalam waktu pukul  11 pagi, 3 sore, dan 4 sore. Hal itu dapat mengurangi resiko terserang dehidrasi dan kelelahan fisik. [Red/KBMI].

Kembali Usaha Pemerkosaan, Korban Gadis 19 Tahun Saat Olahraga Lari Tengah Malam

4:48:00 pm Add Comment

Karya-bmi.com -- Kembali kasus usaha pemerkosaan terjadi pada seorang gadis 19 tahun. Insiden terjadi pada sekitar pukul 2 dini hari, Sabtu (29/7), di Shun On Road Sau Mau Ping.

Gadis itu sedang berolahraga lari, dari Shun tin Estate sampai ke dekat AMP mall Kwun Tong. Ketika berjalan pulang, seorang pria menarik lehernya dari belakang dan merebahkannya ke tanah dan menutup kepalanya menggunakan reusable bag (wan po toi).

Gadis itu terus berusaha melawan dengan menyerangnya, menggigit tangan pelaku dan mencoba berteriak meminta tolong. Pelaku kesakitan dan merasa takut, akhirnya kabur.

Setelah kejadian gadis itu segera melapor, dan kasus ini di tangani oleh Polisi distrik Sau Mau Ping untuk investigasi lanjutan.

Dari keterangan korban, bahwa ia tidak begitu jelas dengan ciri-ciri pelaku karena tidak menggunakan kacamata minusnya, namun perkiraan pelaku memiliki tinggi badan sekitar 1,7 meter.

Pada pukul 9 pagi, polisi dalam jumlah besar, melakukan investigasi di sekitar perumahan dan rekaman CCTV di sekitar area. Polisi juga menanyakan kepada sebagian besar masyarakat, apakah ada yang mendengar teriakan minta tolong pada saat itu.

Hingga berita ini terbit, belum ada laporan klarifikasi dari pihak kepolisian tentang penemuan pelaku. [Red/KBMI]


Trayek MTR Alami Keterlambatan, Akibat Gangguan Pada Sistem Listrik

12:22:00 pm Add Comment

Karya-BMI.com -- Pada hari Jumat (28/7), telah terjadi keterlambatan pada jadwal layanan MTR Tsuen Wan Line selama kurang lebih satu jam . Mulai pukul 5 sore, kereta tiba di stasiun setiap 4 menit sekali.

Pihak MTR mengatakan bahwa keterlambatan ini disebabkan karena terjadi gangguan pada penurunan daya listrik di stasiun Mei Foo dan Cheung Sha Wan di Kowloon, yang membuat kereta macet dengan jarak interval 10 hingga 15 menit tiap kedatangan. Kereta pada jalur Kwun Tong dan Island Line juga, keberangkatan ikut tertunda beberapa menit  dalam situasi ini.

petugas mengumumkan bahwa mereka telah bisa mengatasi masalah gangguan listrik pada pukul 6:15 sore. Namun para penumpang sudah berjejal di setiap stasiun.

Di Prince Edward Stasiun, penumpang yang hendak menuju Tsuen Wan memenuhi setengah platform. Di sepanjang jalur kereta api, penumpang yang antri di belakang mendorong dorong penumpang yang berjejer di depan, sementara itu orang-orang di dalam kereta saling mendorong untuk turun kereta.

Seorang penumpang bermarga Suen mengatakan bahwa dirinya harus menunggu kereta ke empat sebelum berhasil masuk di Prince Edward Stasiun.

Sistim operasi MTR ini telah mengalami gangguan dalam beberapa bulan terakhir. 

Pada bulan Mei, layanan jalur kereta East Rail terganggu setelah putusnya sebuah kabel karena terlalu panas di dekat Hung Hom, menyebabkan kepanikan ribuan penumpang pada jam pulang kerja di malam hari.

Pada bulan April, kesalahan teknik pada kereta jurusan Tung Chung menyebabkan kereta delay selama 12 menit.

Pada bulan Februari, stasiun South Horizon ditutup selama 4 jam karena banjir setelah sebuah pipa air jebol. [red/KBMI]

Seorang Wanita Alami Depresi, Terjun Bunuh Diri di IFC II Central

12:08:00 am Add Comment


Karya-BMI.com -- Seorang wanita Hong Kong terjun dari lantai 4 di IFC Phase II, Central pada pukul 12 siang. Tubuhnya jatuh di depan pintu masuk kendaraan HKMA dalam keadaan koma. Dia dinyatakan meninggal saat dilarikan ke rumah sakit.

Menurut hasil investigasi, perempuan  itu bermarga Liu (53) dan tidak bekerja di sekitar daerah Central. Petugas menemukan barang milik korban berupa syal dan kacamata yang digunakan untuk melacak keberadaan keluarga korban.

Menurut kabar yang beredar, Liu menderita depresi. Selama ini dia menyimpan foto sebuah makam di Tseung Kwan O, yang tak lain adalah foto makam ibunya. Liu mengirimkan foto itu kepada suaminya yang tengah berada di luar Hong Kong. Suami Liu merasa khawatir dan mencoba menghubungi Liu, namun gagal. Dia kemudian meminta bantuan kepada temannya untuk melapor polisi.

Setelah menerima laporan, polisi segera mengirimkan petugas untuk menghubungi kerabat dan teman Liu. Mereka juga menghubungi pihak makam di Tseung Kwan O, namun mereka tidak bisa menemukan korban. Akhirnya Polisi menerima laporan bahwa Liu telah jatuh dan meninggal di IFC. Polisi menemukan tas berwarna merah milik korban, akan tetapi tidak ada catatan bunuh diri di sana.[Red/KBMI].

BMI Singapura Merampok dan Ancam Bunuh Majikan Yang Terbaring Sakit, Di Jatuhi Hukuman Penjara

12:52:00 pm Add Comment

Karya-BMI.com -- Entah setan mana yang telah merasuki Eko Alviah (30), hingga dia tega merampok dan mengancam akan membunuh majikannya yang sedang terbaring sakit di tempat tidur. PRT Indonesia di Singapura itu dijatuhi hukuman penjara 5 tahun 2 bulan pada hari Rabu (26/7) di Singapura.

Pada bulan Juni tahun lalu, Eko, yang telah bekerja di rumah majikannya selama setahun di kawasan apartemen Woodland Street, telah diperkenankan mengambil gaji di muka (sebelum tiba waktu gajian) oleh majikannya, seperti dilaporkan Shin Min Daily. Namun pada tanggal 18 September, majikannya tidak mau membayarkan tiga bulan gaji kedepan kepada Eko.

Pada tanggal 23 September pukul 9 pagi, Eko menodongkan gunting di leher majikan laki-lakinya, Chew Sheng Mun (60) yang saat itu tergolek di tempat tidur akibat menderita penyakit Parkinson. Pekerja itu juga mengancam akan menggunting puting dan membunuh Cheng jika dia tidak mau memberikan nomor PIN ATM milik majikannya itu.

Tidak menyadari jika nomor PIN yang diberikan adalah nomor yang salah, PRT itu mengikat majikannya dengan isolasi dan membawa kabur 25 macam perhiasan dan cincin permata senilai S$2.648 (US$ 1.950). Dia juga membawa kabur paspor miliknya.

Pada pukul 9:55 pagi, putera Cheng datang ke apartemen  dan segera membebaskan ayahnya dari tali ikatan serta menelpon polisi. Eko, yang gagal mengambil uang dari ATM karena nomor PIN yang salah, meninggalkan Singapura denga naik ferry menuju Batam sekitar pukul 11 siang.

Dia menjual perhiasan dan permata yang dicurinya seharga S$140 (96% lebih rendah dari harga asli) di toko kecil  pinggir jalan, dan bersembunyi di Indonesia selama 7 bulan.

Pada bulan Februari, Eko mencoba mencari kerja di Singapura melalui beberapa agen, namun gagal dengan masalah kesehatannya. Pada bulan April, dia membuat paspor baru dan mendapat pekerjaan di city-state.

Eko ditangkap polisi Singapura pada tanggal 9 Mei. Dia dikenai hukuman 50 bulan penjara dengan tujuh macam tuntutan atas  perampokan dan pencurian. selain itu dia juga dikenai hukuman rajam sebanyak 6 kali, yang bisa digantikan dengan penjara kurungan 12 bulan.

Selama investagi, polisi menemukan bahwa Eko telah mencuri uang sebanyak S$700 dari dompet Chew pada bulan Desember 2015, yang dihabiskannya untuk membeli pulsa dan keperluan pribadinya.[Red/KBMI]
BMI Singapura Merampok dan Ancam Bunuh Majikan Yang Terbaring Sakit, Di Jatuhi Hukuman Penjara

BMI Singapura Merampok dan Ancam Bunuh Majikan Yang Terbaring Sakit, Di Jatuhi Hukuman Penjara

10:11:00 pm Add Comment
ilustrasi perampokan的圖片搜尋結果

Karya-BMI.com -- Entah setan mana yang telah merasuki Eko Alviah (30), hingga dia tega merampok dan mengancam akan membunuh majikannya yang sedang terbaring sakit di tempat tidur. PRT Indonesia di Singapura itu dijatuhi hukuman penjara 5 tahun 2 bulan pada hari Rabu (26/7) di Singapura.

Pada bulan Juni tahun lalu, Eko, yang telah bekerja di rumah majikannya selama setahun di kawasan apartemen Woodland Street, telah diperkenankan mengambil gaji di muka (sebelum tiba waktu gajian) oleh majikannya, seperti dilaporkan Shin Min Daily. Namun pada tanggal 18 September, majikannya tidak mau membayarkan tiga bulan gaji kedepan kepada Eko.

Pada tanggal 23 September pukul 9 pagi, Eko menodongkan gunting di leher majikan laki-lakinya, Chew Sheng Mun (60) yang saat itu tergolek di tempat tidur akibat menderita penyakit Parkinson. Pekerja itu juga mengancam akan menggunting puting dan membunuh Cheng jika dia tidak mau memberikan nomor PIN ATM milik majikannya itu.

Tidak menyadari jika nomor PIN yang diberikan adalah nomor yang salah, PRT itu mengikat majikannya dengan isolasi dan membawa kabur 25 macam perhiasan dan cincin permata senilai S$2.648 (US$ 1.950). Dia juga membawa kabur paspor miliknya.

Pada pukul 9:55 pagi, putera Cheng datang ke apartemen  dan segera membebaskan ayahnya dari tali ikatan serta menelpon polisi. Eko, yang gagal mengambil uang dari ATM karena nomor PIN yang salah, meninggalkan Singapura denga naik ferry menuju Batam sekitar pukul 11 siang.

Dia menjual perhiasan dan permata yang dicurinya seharga S$140 (96% lebih rendah dari harga asli) di toko kecil  pinggir jalan, dan bersembunyi di Indonesia selama 7 bulan.

Pada bulan Februari, Eko mencoba mencari kerja di Singapura melalui beberapa agen, namun gagal dengan masalah kesehatannya. Pada bulan April, dia membuat paspor baru dan mendapat pekerjaan di city-state.

Eko ditangkap polisi Singapura pada tanggal 9 Mei. Dia dikenai hukuman 50 bulan penjara dengan tujuh macam tuntutan atas  perampokan dan pencurian. selain itu dia juga dikenai hukuman rajam sebanyak 6 kali, yang bisa digantikan dengan penjara kurungan 12 bulan.

Selama investagi, polisi menemukan bahwa Eko telah mencuri uang sebanyak S$700 dari dompet Chew pada bulan Desember 2015, yang dihabiskannya untuk membeli pulsa dan keperluan pribadinya.[Red/KBMI]

Sistem GPS Error, Turis Ini Tersesat dan Cedera di King's Park Hill

12:38:00 pm Add Comment

Karya-BMI.com -- Seorang turis dari daratan Cina tersesat dan mengalami cedera di daerah Yau Ma Tei, Kowloon pada hari Senin (24/7). Hal itu terjadi karena kerusakan sistim GPS pada handphone nya.

Pada pukul 4 sore, Du (36) yang merupakan seorang turis dari propinsi Liaoning, sedang jalan-jalan di Mong Kok dan berencana ingin mencari sebuah hotel di Yau Ma Tei. Saat itu, istri dan anaknya sedang berkunjung ke Disneyland, seperti dilaporkan Apple Daily.

Du beserta keluarganya tiba di Hong Kong pada Senin pagi. Mengingat ini pertama kalinya Du berkunjung ke Hong Kong, dia menghidupkan GPS nya dan menyetel stasiun MTR Yau Ma Tei sebagai tujuannya. Dia kemudian mengikuti jalur yang terlihat di layar HP nya, akan tetapi setelah berjalan sekitar 30 menit, dia mendapati dirinya telah berada di King's Park Hill yang dikelilingi semak semak berduri. Saat itu dia baru menyadari bahwa dia telah menempuh jalur yang salah.


Du mencoba berteriak minta tolong, Namun karena jarak pemukiman penduduk terlalu jauh hingga tidak ada orang yang mendengarnya. Lebih parah lagi, dia terpeleset hingga jari jari tangan kanannya terluka dan berdarah. Du kemudian terus bangkit dan melangkah menjauh dari perbukitan untuk meminta pertolongan polisi, seperti dilaporkan Sing Tao Daily.

petugas pemadam kebakaran menemukannya di sekitar King's Park Playground. King's Park Hill adalah sebuah perbukitan setinggi 40 meter. hanya berjarak sekitar 10 menit dari stasiun MTR Yau Ma Tei.(red/KBMI)

Pemuda Telanjang Di Dalam MTR, Hebohkan Penumpang

10:23:00 am 1 Comment

Karya-bmi.com -- Pada hari Rabu siang (26/7), Pusat observasi mencatat  suhu tertinggi 34,40 °C sebagai suhu tertinggi di musim panas tahun ini. Hal ini mungkin berkaitan dengan hebohnya postingan di Facebook, adanya seorang pemuda yang tanpa mengenakan baju, telanjang bulat berada dalam Kereta.

Seorang pemuda pada pukul 7 sore yang hanya mengenakan sepatu hitam, memegang dompet dan HP serta headtset di telinga terlihat di Mesin ATM HSBC Tsim Sta Tsui sedang melakukan transaksi. Kemudian berjalan menggunakan eskalator menuju stasiun MTR dan berdiri di platform menunggu kereta.

Penumpang di dalam stasiun merasa janggal, kemudian melapor ke staff MTR, namun ketika staff tiba di lokasi, pemuda tersebut sudah masuk kedalam kereta jurusan Central. Banyak penumpang yang mendokumentasikan menggunakan HP.

Pemuda tersebut transit di stasiun Admiralty naik kereta jurusan Chai Wan dan kemudian di ikuti staff MTR yang sudah menunggu. Staff sempat bertanya dimana ia akan turun, ia mejawab akan turun di stasiun Hang Hau. pemuda itu pun memberitahukan kepada staff, bahwa mereka tidak perlu menemaninya.


Ketika tiba di North Point pemuda tersebut berniat transit namun sudah di hadang beberapa Staff MTR dan Polisi. Seorang petugas menggunakan handuk warna hijau menutupi tubunya. Polisi melakukan investigasi, dan di yakini bahwa pemuda tersebut memiliki gangguan mental. Pemuda bermarga Wong (王), 20 tahun dan kemudian di kirim ke Eastern Hospital untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. [Red/KBMI]


Tas Isi Ribuan Dollar Milik Wanita Indonesia, Raib Saat Di Toilet

6:34:00 am 2 Comments

Karya-BMI.com -- Nasib naas menimpa seorang wanita Indonesia di Hong Kong. Pada hari Selasa, sekitar pukul 10 malam, dia bersama kekasihnya sedang berada di shun Tak Center, 168-200 Connaught Road, Central. Wanita Indonesia itu, merasa ingin pergi ke toilet.

Ketika di dalam toilet, dia menggantungkan tasnya yang berisi uang ribuan dollar Hong Kong  di gantungan di balik pintu toilet. Tiba-tiba seseorang mengambil tasnya dengan suatu alat yang dijulurkan lewat atas pintu toilet. Wanita Indonesia itu bergegas keluar, namun dia telah kehilangan jejak si pencuri. Korban lalu meminta bantuan kepada polisi, seperti dilaporkan Oriental Daily.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi perkembangan. [Red/KBMI]

Pohon Flamboyan Tumbang Ke Jalan Akibatkan Macet Total Di Fan Ling

12:17:00 am Add Comment
Karya-BMI.com - Sebuah pohon Flamboyan dengan tinggi sekitar 10 Meter dan berdiameter 40 Cm, tumbang ke jalan raya yang menyebabkan kemacetan hampir 1,5 jam.

Kejadian ini berlangsung pada pukul 4 sore hari Senin (24/7) di San Wan Road, Fan Ling.Pada saat itu tengah melintas di dekatnya subuah bus KMB, 2 buah green minibus, dan sebuah mobil pribadi dengan kapasitas 7 tempat duduk. salah satu green minibus  tertimpa atapnya yang menyebabkan kaca mobil pecah. Penumpang panik dan berusaha keluar melalui pintu darurat. Salah seorang penumpang warga asing berusia 27 tahun mengalami luka-luka dan  dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Polisi dan petugas pemadam kebakaran segera tiba di tempat. Mereka memblokir kedua sisi ruas jalan untuk memotong pohon itu, membersihkan ranting dan dedaunan yang berserakan. Setelah hampir satu setengah jam, jalanan kembali normal.

Seorang saksi mata mengatakan dia mendengar suara gemuruh yang sangat keras saat pohon itu tumbang. selang 2 atau 3 detik terlihat beberapa kendaraan tertimpa cabang pohon. Beberapa pejalan kaki yang sedang melintas berlarian menjauh.
Menurut laporan, pohon itu tumbang karena keropos setelah dimakan rayap. Seorang warga bermarga Yu mengatakan bahwa tahun lalu dia telah melapor ke Highways Departement dan AFCD bahwa pohon itu sudah terlihat sangat membahayakan. Namun kedua departemen itu mengatakan bahwa tidak bernahaya dalam waktu dekat ini. Mereka akan membuat proyek untuk memperkokoh pohon, namun ternyata pohon itu kini telah tumbang.(red/KBMI)

Marah Tersenggol Penumpang Lain, Seorang Pria Tikam Orang yang Menyenggolnya di MTR

5:41:00 pm Add Comment
                                         
Karya-BMI.com -- Pada pukul 8:30 pagi ini, Selasa (25/7), seorang pria Hong Kong seorang pegawai bank bermarga Ng (22) tengah keluar dari MTR Tsuen Wan Line di Admiralty. Tanpa sengaja dia menyenggol penumpang lain bermarga So (35).

"lelaki itu tidak dapat menahan emosinya dan mengejar saya," tutur Ng kepada Apple Daily. "Dia sangat marah dan terus mengatakan bahwa saya telah menyenggol dia, menuntut saya untuk meminta maaf."


Namun Ng merasa bahwa dirinya tidak perlu meminta maaf. Lelaki itu (So) kemudian menyerang Ng yang tidak dibalas oleh Ng. Belum merasa puas, So kemudian mengambil pisau Swiss Army dari dalam tasnya, lalu menyerang wajah Ng.

Ng mengalami luka-luka di bagian wajah, leher dan tangan kiri. Seorang penumpang lain segera membantu melerai perkelahian itu yang mengakibatkan bajunya robek.


Setelah staf MTR tiba di peron untuk meredakan situasi, So melarikan diri dengan segera memasuki MTR jurusan Kennedy Town. Polisi berhasil menangkapnya di sana, seperti dilaporkan hk.on.cc.

Ng segera dibawa ke rumah sakit. Hari ini juga dia diperbolehkan pulang. Seorang juru bicara dari MTR mengatakan bahwa kasus ini telah ditangani oleh polisi dan tidak mempengaruhi arus MTR. [Red/KBMI]

Mencuri Uang dari Kartu ATM Majikan, PRT Filipina di Penjara

6:16:00 am Add Comment

Karya-BMI.com -- Seorang pembantu asal Filipina bernama C.Q.Rovero dijatuhi hukuman dengan 5 tuduhan pada tanggal 4 Juli di pengadilan tinggi Hong Kong. Hakim mengatakan, selama kurun waktu dari 16 Mei gingga 25 Mei tahun ini, Rovero selalu mengambil uang dari ATM majikan ketika dia disuruh membeli makanan dan barang lainnya di supermarket.

Namun, selain mengambil uang untuk membayar barang belanjaan sesuai pesan majikan, sang majikan menemukan bahwa Rovero juga telah mengambil uang dari ATM nya untuk dirinya sendiri.

pada tanggal 16, 20, 22 Mei, Rovero mengambil uang sebesar HK$ 500 setiap kali dia pergi ke Marketplace di Mid Levels. Pada tanggal 24 Mei, dia mengambil HK$ 300 dan pada tanggal 25 Mei dia mengambil HK$ 200 dari kartu ATM itu.

Pada tanggal 25 Mei, majikan mengecek saldo melalui internet banking dan mencocokkan  jumlah penarikan uang dengan struk pembelian barang di supermarket. Majikan menemukan bahwa jumlah uang yang ditarik melebihi jumlah yang tertera dalam tanda bukti pembelian.

Majikan menanyakan hal itu kepada Rovero, dan pekerja Filipina itupun mengakuinya.

Rovero akhirnya diinterminit oleh majikannya dan melaporkan kasus itu kepada polisi. Pada tanggal 5 Juni, Rovero mendatangi kantor polisi di Central untuk menyerahkan diri. Pengacara mengatakan bahwa Rovero telah bekerja pada majikannya selama 8 bulan dengan gaji HK$ 5.000 per bulan.

"Ayahnya meninggal  pada bulan Maret, dan anaknya yang berumur 18 tahun membutuhkan uang untuk biaya ujian" kata hakim Chainrai. Perbuatan ini dilakukannya karena terhimpit oleh keadaan, bukan karena keserakahan. Dia menyerahkan diri dan merasa sangat menyesal. 

Rovero dijatuhi hukuman 3 minggu penjara untuk setiap tuduhan dari kelima tuduhan di atas. Hakim kemudian menurunkannya menjadi 2 minggu penjara. Jaksa penuntut meminta terdakwa untuk memberikan ganti rugi kepada korban, akan tetapi pengacara mengatakan bahwa saat ini terdakwa dalam keadaan tidak memungkinkan untuk membayar ganti rugi mengingat dia telah kehilangan pekerjaannya. [Red/KBMI]


Pria Terjun Bunuh Diri,Jatuh Menimpa Mobil Yang Sedang Parkir

1:01:00 pm Add Comment