BMI Singapura Merampok dan Ancam Bunuh Majikan Yang Terbaring Sakit, Di Jatuhi Hukuman Penjara

10:11:00 pm
ilustrasi perampokan的圖片搜尋結果

Karya-BMI.com -- Entah setan mana yang telah merasuki Eko Alviah (30), hingga dia tega merampok dan mengancam akan membunuh majikannya yang sedang terbaring sakit di tempat tidur. PRT Indonesia di Singapura itu dijatuhi hukuman penjara 5 tahun 2 bulan pada hari Rabu (26/7) di Singapura.

Pada bulan Juni tahun lalu, Eko, yang telah bekerja di rumah majikannya selama setahun di kawasan apartemen Woodland Street, telah diperkenankan mengambil gaji di muka (sebelum tiba waktu gajian) oleh majikannya, seperti dilaporkan Shin Min Daily. Namun pada tanggal 18 September, majikannya tidak mau membayarkan tiga bulan gaji kedepan kepada Eko.

Pada tanggal 23 September pukul 9 pagi, Eko menodongkan gunting di leher majikan laki-lakinya, Chew Sheng Mun (60) yang saat itu tergolek di tempat tidur akibat menderita penyakit Parkinson. Pekerja itu juga mengancam akan menggunting puting dan membunuh Cheng jika dia tidak mau memberikan nomor PIN ATM milik majikannya itu.

Tidak menyadari jika nomor PIN yang diberikan adalah nomor yang salah, PRT itu mengikat majikannya dengan isolasi dan membawa kabur 25 macam perhiasan dan cincin permata senilai S$2.648 (US$ 1.950). Dia juga membawa kabur paspor miliknya.

Pada pukul 9:55 pagi, putera Cheng datang ke apartemen  dan segera membebaskan ayahnya dari tali ikatan serta menelpon polisi. Eko, yang gagal mengambil uang dari ATM karena nomor PIN yang salah, meninggalkan Singapura denga naik ferry menuju Batam sekitar pukul 11 siang.

Dia menjual perhiasan dan permata yang dicurinya seharga S$140 (96% lebih rendah dari harga asli) di toko kecil  pinggir jalan, dan bersembunyi di Indonesia selama 7 bulan.

Pada bulan Februari, Eko mencoba mencari kerja di Singapura melalui beberapa agen, namun gagal dengan masalah kesehatannya. Pada bulan April, dia membuat paspor baru dan mendapat pekerjaan di city-state.

Eko ditangkap polisi Singapura pada tanggal 9 Mei. Dia dikenai hukuman 50 bulan penjara dengan tujuh macam tuntutan atas  perampokan dan pencurian. selain itu dia juga dikenai hukuman rajam sebanyak 6 kali, yang bisa digantikan dengan penjara kurungan 12 bulan.

Selama investagi, polisi menemukan bahwa Eko telah mencuri uang sebanyak S$700 dari dompet Chew pada bulan Desember 2015, yang dihabiskannya untuk membeli pulsa dan keperluan pribadinya.[Red/KBMI]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »