Abaikan Peringatan di Lokasi Hiking, Sekelompok MahasiswaTuai Kecaman di Media Sosial

8:55:00 am


Karya-BMI.com -- Musim gugur adalah saat yang nyaman untuk mendaki gunung atau lebih di kenal Hiking, juga menikmati matahari terbit dan terbenam. Akan tetapi, beberapa netizen mengecam sekelompok mahasiswa dari Universitas Baptist Hong Kong yang terdiri dari 80 orang, karena mereka dianggap "mengabaikan perasaan orang lain". 

Pada hari Sabtu (4/11) pagi, mereka melihat matahari terbit di Fung Wong Shan (Lantau Peak) yang memiliki ketinggian 934 meter. Sepak terjang mereka dianggap mengganggu kenyamanan pengunjung lain. Setelah sepanjang malam mereka berisik dan mengganggu istirahat pengunjung yang lain, keesokan harinya  demi mendapat foto yang bagus, salah seorang dari sekelompok pemuda itu menaiki hilltop shelter.

Padahal di dekat tempat tersebut sudah terpampang jelas tanda peringatan untuk tidak memanjatnya. Netizen mengecam perilaku egois mereka, khawatir akan terjadi kecelakaan. Pihak yang bertanggung jawab atas kelompok mahasiswa tersebut membenarkan tentang kejadian itu. Dia mengatakan bahwa peristiwa itu merupakan kelalaian anak buahnya.

Pihak administrator of wild pick up membuat postingan dalam sebuah laman terkait tentang sepak terjang 80 pemuda tersebut. Merasa tersinggung atas postingan tentang ulah mereka, hal ini justru menjadi bahan provokasi kemarahan para pemuda, yang berdalih bahwa tidak hanya mereka saja yang melakukan kesalahan itu. Sebelum mereka, telah ada beberapa orang yang juga naik ke hilltop shelter.

Chan, sebagai penangung jawab kelompok mahasiswa itu menjelaskan bahwa, kegiatan seperti itu telah diadakan berkali-kali. Dalam setiap kegiatan, mereka akan mengambil gambar dengan pose dan tempat yang sama. Chen menambahkan,dirinya telah melakukan briefing sebelumnya. Dia mengarahkan anak buahnya untuk tidak berisik ketika di atas gunung, membawa sampahnya ketika meninggalkan lokasi. Pada saat itu ada kelompok lain sebanyak 10 orang yang mendaki bersama kelompoknya. Chan menilai kelompok itu begitu berisik. Dia menyayangkan kenapa hanya kelompoknya saja yang dituding bersalah.[oncc/KBMI].


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »