Majikan Dan Agen Dijatuhi Hukuman Penjara, Karena Pekerjakan PRTA tidak Sesuai Kontrak

7:59:00 am

Karya-bmi.com -- Majikan yang mempekerjakan pekerjanya di Cina di jatuhi hukuman penjara. Yang mana sebelumnya majikan wanita mengajukan permohonan untuk mempekerjakan PRTA asal Filipina untuk bekerja di Hong Kong. Namun setelah tiba di Hong Kong beberapa bulan kemudian, di bawa ke Cina untuk bekerja dengan seorang majikan wanita Cina Daratan. Pada Rabu (27/12), majikan wanita dan seorang pria penanggung jawab agen menjalani sidang di Pengadilan Kowloon City atas tuntutan telah berkonspirasi melakukan penipuan. Pada hari Kamis (28/12) Hakim menjatuhkan hukuman, 6 bulan penjara kepada majikan wanita dengan masa percobaan selama 2 tahun, dan 6 bulan penjara  kepada penanggung jawab agen.

Polisi menerima rujukan dari Departemen Imigrasi pada bulan Oktober 2015, seorang pembantu PRTA asal Filipina 44 tahun, di duga bekerja ke Cina bukan atas keinginannya sendiri. Informasi dari Departemen Imigrasi menunjukkan bahwa PRTA tersebut bekerja atas nama majikan bermarga Wong (46) seorang karyawan sebuah perusahaan asuransi, dan di perantarai agensi, tiba di Hong Kong pada bulan Juni 2015. Departemen Imigrasi mencurigai bahwa PRTA Filipina tersebut tengah di pekerjakan di luar alamat yang tertera di dalam kontrak dan bekerja kepada majikan tidak seperti yang tertera di dalam kontrak.

Setelah penyelidikan mendalam, pada bulan Desember 2015, polisi menangkap majikan wanita bermarga Wong dan seorang pria penanggung jawab agen bermarga Chan (66) di bulan Februari 2016. Polisi melakukan konsultasi dengan Departemen Kehakiman dan memutuskan sebuah tuntutan berkonspirasi melakukan penipuan. Keduanya pada tanggal 14 Desember 2017 telah di putuskan sebagai terdakwa atas tuntutan Konspirasi melakukan penipuan di Pengadilan Kowloon City. 

Kali ini adalah kasus pertama kalinya seorang PRTA di pekerjakan di Cina yang melibatkan majikan dan agen ke jalur hukum. Selama masa penyelidikan dan persidangan, PRTA mendapakan dukungan yang sesuai. Polisi mengatakan bahwa pihaknya akan lebih serius menangani kasus-kasus yang di curigai melibatkan ekploitasi PRTA, selain melakukan investigasi seperti kasus yang serupa, pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai lembaga dan instansi pemerintah lainnya untuk penegakan hukum, dan mengurangi kegiatan ilegal lainnya. [Translate halaman Oriental Daily/KBMI].

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »