Banyak Bus Yang Mengalami Kerusakan Akibat Pohon Tumbang Paska Topan Manggis

11:39:00 pm Add Comment

Berbagai peristiwa terjadi pada bus yang mulai beroperasi pada hari Selasa, (18/9/2018) dimana menyebabkan kerusakan dan penumpang yang mengalami luka akibat sisa pohon tumbang yang belum terselesaikan di beberapa wilayah akibat badai Mangkhut pada Hari Minggu (16/9/2018).

Bus NWFB 682 alami kerusakan di bagian atap.

1. Bus New World First Bus No. 682 yang melaju dari Ma On Shan menuju Chai Wan pada pukul 2 siang, ketika berada di Wan Tsui Road sebuah pohon tiba-tiba sebuah pohon dan cabang-cabangnya roboh menimpa atap bus tersebut. Atap bus rusak parah hingga terbuka dan kaca jendela pecah. Seorang penumpang bermarga Wong (20) mengalami luka bagian kepala dan tangan dilarikan ke Rumah Sakit menggunakan ambulan.

2. Bus KMB 64K jalur Yuen Long West - Tai Po Market, ketika melaju di Kam Lam Road ke arah Yuen Long tiba-tiba sebuah pohon roboh dan bagian cabang menimpa bus. Tidak ada penumpang yang terluka.

3. Sekitar pukul 8, Citybus 118 ketika melaju dari Siu Sai Wan menuju Cheung Sha Wan seorang penumpang yang baru menaiki tangga memilih duduk di tingkat atas bus, terkejut melihat potongan kayu yang diyakini bagian dari pohon yang tumbang sepanjang 1,5 meter ditemukan di lantai diantara kursi barisan ketiga dari belakang dan atap yang bolong. Tidak ada penumpang yang terluka dalam insiden ini.

4. Di wilayah Kowloon, bus KMB no. 1, pada pukul 8 pagi ketika melaju di Prince Edward Road menuju Mongkok West, bus menabrak cabang pohon dan bagian kaca depan atas retak. Dalam insiden ini tidak ada penumpang terluka.

5. Bus KMB 85 pada pukul 11 siang, ketika berada di wilayah Fo Tan, Shan Mei street, bagian atap bus menyangkut cabang pohon di pinggir jalan sehingga terjadi kerusakan di bagian badan bus. Dalam insiden ini tidak ada korban yang terluka.


6. Di wilayah Tseung Kwan O, pada sekitar pukul 9 pagi, bus KMB 93 K ketika melaju di North Po Lam, bagian depan bus menabrak cabang pohon yang menjuntai ke jalan, dan bagian cabang menyangkut di kaca depan bus. Dalam insiden ini tidak ada korban yang terluka.

Kedua BMI Ini Jadi Korban Penyekapan Oleh Perampok

9:44:00 pm Add Comment


Dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi korban penyekapan saat terjadi perampokan di rumah majikannya yang seorang Dokter di Stanley, Kamis (13/9/2018).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 7 malam di sebuah rumah di Tai Tam Road No. 10 Stanley, ketika kedua majikan tidak di rumah. Salah satu perampok menodongkan pisau sepanjang 30 cm kepada Idawati (43) saat membuka pintu belakang untuk membuang sampah, kemudian masuk kedalam rumah dan menyekap Rusmiati (42). Keduanya diikat menggunakan lakban. Kedua perampok berhasil membawa kabur uang cash HK$ 60 ribu, RMB 20 ribu dan dua buah ponsel masing-masing seharga sekitar HK$ 1.400, HK.01 melaporkan.

Dikutip dari halaman Oriental daily, kedua PMI berhasil melepaskan diri setelah satu jam kemudian dan langsung memberitahu majikan perempuan. Keduanya tidak mengalami luka. Polisi menerima laporan dari majikan perempuan bermarga Au (70) pada pukul 10:57 malam. Petugas kepolisian dalam jumlah besar tiba di lokasi namun hanya beberapa petugas saja yang diijinkan masuk guna penyelidikan.

Dari hasil penelusuran CCTV yang dilakukan tim ke 4, Tim Investigasi Kepolisian bagian Barat, Salah satu perampok berusia antara 25 hingga 35 tahun, Tinggi badan 1,75 cm, tubuh langsing, mengenakan baju berwarna hitam, memakai topi hitam dan masker. Sedangkan perampok yang lain berusia antara 30-40 tahun, tinggi badan sekitar 170 cm, bertubuh gemuk, mengenakan baju hitam, topi hitam dan masker. Red/KBMI.
Rupiah melemah ke kisaran 15.000, perlukah masyarakat panik?

Rupiah melemah ke kisaran 15.000, perlukah masyarakat panik?

2:47:00 am Add Comment
Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Masyarakat diminta tetap tenang, meski kenaikan harga barang konsumsi diprediksi dapat melonjak.
Menurut catatan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang tertera pada situs Bank Indonesia, hingga Rabu (05/09), US$1 kini setara Rp14.927.
Sejumlah bank bahkan telah menjual dolar AS seharga Rp15.000. Angka itu mencerminkan pelemahan rupiah yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir.
Sejauh ini pelemahan rupiah belum mendorong kenaikan harga kebutuhan secara signifikan, seperti disampaikan Asja, pedagang daging di Pasar Rumput, Jakarta.
Tapi ia mengkhawatirkan daya beli masyarakat.
"Tidak naik saja sepi, apa lagi harga naik. Dulu sehari saya bisa jual 50 hingga 60 kilogram. Sekarang 20 kilo saja tidak habis," ujar Asja.
Akan tetapi, seperti dilaporkan sejumlah media lokal, pedagang tahu dan tempe di beberapa kota, mulai merasakan dampak pelemahan rupiah.
Di Pasar Ciawi, Bogor, Jawa Barat, sebagaimana dilansir Tribunnews, pasokan tahu-tempe mulai melambat.
Sementara itu, Republika melaporkan, pedagang tahu dan tempe di Banyumas, Jawa Tengah, khawatir merugi karena harga kedelai kerap melonjak jika rupiah melemah terhadap dolar AS.
Kedelai adalah salah satu bahan pangan yang masif diimpor pengusaha Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat, pada 2017, setiap bulan impor kedelai mencapai 242 ton, mayoritas dari AS.
JokowiHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionPresiden Jokowi menyebut depresiasi rupiah disebabkan faktor eksternal, bukan kondisi perekonomian nasional.
Menurut ekonom dari Universitas Atmajaya Jakarta, Agustinus Prasetyantoko, harga barang konsumsi yang bergantung pada produk impor seperti tahu-tempe berpotensi melonjak jika rupiah terus melemah.
Namun, Prasetyantoko memprediksi dampak jangka dekat depresiasi rupiah hanya akan dirasakan pelaku pasar keuangan dan pengusaha besar, bukan masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Besar penurunan rupiah dari awal tahun 2018 masih di bawah 10%, jadi ini tidak serta merta membuat barang naik. Kalau pun naik, akan bertahap," tuturnya saat dihubungi via telepon.
Bagaimanapun, pemerintah menjamin depresiasi rupiah ini tidak akan berujung pada krisis ekonomi seperti yang terjadi tahun 1997.
Alasannya, inflasi kini berada di angka 3,2%, sementara tahun 1997 inflasi mencapai 78,2%.
Selain itu, pemerintah menyebut pertumbuhan ekonomi 2018 berada di angka 5,27%, berbeda dengan tahun 1997 yang justru minus 13,34%.
Presiden Joko Widodo berkata, depresiasi rupiah didorong faktor eksternal, seperti kenaikan suku bunga AS, perang dagang antara AS-Cina, hingga krisis ekonomi yang melanda Turki serta Argentina.
"Saya selalu melakukan koordinasi berkaitan sektor moneter, sektor industri, pelaku usaha. Koordinasi yang kuat ini menjadi kunci," kata Jokowi soal kiatnya menjaga perekonomian.
Bank IndonesiaHak atas fotoANTARA/SIGID KURNIAWAN
Image captionDirektur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut nilai tukar rupiah tidak akan terperosok.
Adapun Direktur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut lembaganya terus mengawasi nilai tukar rupiah.
Ia memprediksi, tidak akan terjadi goncangan ekonomi akibat depresiasi rupiah.
"Kita sudah pernah lewati level Rp9.000, Rp10.000, hingga Rp13.000. Kalaupun terjadi depresiasi, tidak akan mendadak, tidak melonjak, tapi gradual sehingga tidak muncul kepanikan masyarakat."
"Upaya yang kami lakukan, hasilnya mungkin memerlukan waktu beberapa bulan, tapi harus kami lalukan sekarang," ujar Perry di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
RupiahHak atas fotoDETIKCOM/MUHAMMAD RIDHO
Image captionMasyarakat didorong tak membeli dolar AS dan mengurangi belanja produk buatan luar negeri agar nilai tukar rupiah stabil.
Pertanyaannya, apa sumbangsih yang perlu dilakukan masyarakat demi menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS?
Agustinus Prasetyantoko berkata, kondisi psikologis publik perlu dijaga agar tak khawatir rupiah bakal jatuh.
Caranya, kata dia, publik dapat berinisiatif mengurangi penggunaan produk luar negeri.
Menurut Prasetyantoko, masyarakat juga perlu menghindari membeli dolar, meski segala upaya swadaya ini tidak akan langsung memperkuat rupiah.
"Dampaknya tidak akan signifikan. Ini untuk menjaga efek psikologi. Kalau dilakukan secara konsisten, tentu akan berdampak, terutama jika sem

Rupiah makin anjlok, pemerintah diminta jujur soal kondisi ekonomi saat ini

3:53:00 pm Add Comment


JAKARTADPR RI bersama Kementerian Keuangan menggelar rapat paripurna hari ini. Agenda rapat kali ini adalah penyampaian tanggapan pemerintah terhadap pandangan umum fraksi atas RUU APBN 2019 dan nota keuangan.


Rapat yang dimulai sejak pukul 11.01 WIB tersebut langsung diawali oleh interupsi beberapa anggota fraksi yang menanyakan perihal kondisi Rupiah yang saat ini tengah terdepresiasi.
Anggota fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo mengkritisi pemerintah yang selalu mengatakan bahwa kondisi ekonomi baik-baik saja meski Rupiah hampir mendekati level 15.000. Padahal, menurutnya, kondisi tersebut sudah mengkhawatirkan terlebih saat ini impor pangan cukup tinggi. Seperti komoditas kedelai, jagung, gula hingga beras.
"Hampir seluruh komoditas kita impor dan ini menurut saya terlalu memprihatikan dan selalu Pak Presiden menyampaikan kurs Dolar terjadi menguat di beberapa negara. Memang benar, tapi kondisi di Indonesia yang terparah," kata Bambang di Gedung DPR RI, Selasa (4/9).
Untuk itu, dia meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Di kehidupan masyarakat ini sangat memberatkan dan tolong Menkeu (Sri Mulyani) sampaikan kepada Presiden (Jokowi) agar impor dikurangin bukan malah ditambah," ujarnya.
Senada, Michael Wattimena anggota fraksi partai Demokrat menyampaikan pemikirannya mengenai kondisi Rupiah saat ini. Dia menjelaskan, Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter yaitu yang terjadi 20 tahun silam tepatnya tahun 1998.
"Indonesia ini adalah negara yang besar, kita punya pengalaman yang pahit pada tahun 1998 di mana Indonesia pernah mengalami krisis ekonomi," ujarnya.
Dia menegaskan, hal tersebut jangan sampai terulang kembali. Oleh sebab itu dia meminta pemerintah segera melakukan tindakan-tindakan untuk mengatasinya. Sebab saat ini Rupiah sudah mulai merangkak ke level 15.000.
"Kami sangat mencintai Indonesia dan memiliki pengalaman pahit di mana Indonesia mengalami krisis ekonomi," ujarnya.
Dia meminta pemerintah jujur dan terbuka mengenai kondisi ekonomi saat ini, di mana kondisi ekonomi global yang bergejolak selalu dituding menjadi penyebab Rupiah terdepresiasi.
Padahal, lanjutnya, dalam nota keuangan yang disampaikan Presiden pada tanggal 16 Agustus 2018 terkait RAPBN 2019 Rupiah diasumsikan 14.400.
"Nilai tukar yang diasumsikan meningkat. Jadi kondisi ini, tolong Menkeu jelaskan secara jujur keadaan ekonomi saat ini. Sebab kita tidak ingin dalam situasi 1998 yang mengalami krisis ekonomi. Nota keuangan saja yang disampaikan oleh Presiden Rupiah berada pada mendekati 14.800 padahal hari ini sudah ingin mencapai 14.900, untuk itu saat ibu menjelaskan kami mohon ibu menjelaskan secara jujur. Saya pikir janganlah kita kaitkan masalah-masalah ini dengan negara lain yang tidak ada kaitannya."
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Selasa (4/9). Pagi ini, Rupiah dibuka di Rp 14.823 per USD, melemah tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.815 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah terus melemah usai pembukaan, hingga menyentuh Rp 14.845 per USD. Namun kemudian bergerak menguat dan saat ini berada di level Rp 14.780 per USD. [azz]
Tertabrak Kereta, Sopir Wakil Ketua DPRD Kendal Akhirnya Meninggal

Tertabrak Kereta, Sopir Wakil Ketua DPRD Kendal Akhirnya Meninggal

3:47:00 pm Add Comment


KENDAL, - M As’ari (34), sopir wakil Ketua DPRD Kendal, Jawa Tengah, meninggal setelah tertabrak kereta api Matarmaja dengan nomor loko CC2019215 di pelintasan kereta api Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Selasa (4/9/2018) pukul 03.27 WIB.

Saat itu, korban sedang mengendarai mobil dinas wakil ketua DPRD Kendal bernomor polisi H 59 D.
Korban meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Suwondo Kendal. Korban meninggalkan seorang istri, Maemanah, yang sedang mengandung 5 bulan, dan seorang anak berusia sekitar 2 tahun.

Maemanah terlihat shock dan menangis ketika jenazah suaminya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Wakil Ketua DPRD Kendal Muchamad Makmun meminta polisi mengusut tuntas penyebab tertabraknya mobil dinas yang dikendarai As’ari. Sebab, menurutnya, petugas palang pintu kereta api terlambat menutup.

“Kami serahkan ke petugas,” ujarnya.

Makmun menambahkan, korban pagi itu mau pulang ke rumah setelah mengantar Makmun pulang dari acara kunjungan kerja. “Setelah mengantar saya, mobil dibawa pulang sopir,” ujarnya.

Mobil dinas wakil ketua DPRD Kendal berpelat merah H 59 D tertabrak kereta api Matarmaja Nomor loko CC2019215 di perlintasan kereta api Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Selasa (4/9/2018) pukul 03.27 pagi. Kasus ini masih ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polres Kendal.

HKO terbitkan Sinyal Siaga No. 3

4:02:00 pm Add Comment

Karya-bmi.com - Hong Kong Observatory (HKO) menerbitkan sinyal siaga No. 3 Badai Tropis Son-Tinh, pada pukul 4:20 sore, Selasa (17/72018).

Badai tropis Son-Tinh berkecepatan 41-60 Km/Jam di perkirakan pada pukul 5 sore akan mendekati Hong Kong sejauh 340 Km di bagian selatan dengan kecepatan meningkat menjadi 40 Km/Jam.

Namun,  berdasarkan prakiraan lintasan saat ini, kemungkinan HKO menerbitkan sinyal siaga No. 8 sangatlah kecil.

HKO Akan Pertimbangkankan Sinyal Siaga No. 3 Badai Tropis SON-TINH

11:29:00 am Add Comment
Badai Tropis Son-Tinh, HKO

Karya-bmi.com
- Hong Kong Observatory (HKO) telah menerbitkan siaga sinyal No. 1 pada pukul 2:40 dini hari, Selasa (17/7/2018).

Siklon tropis yang di beri nama Son-Tinh pada pukul 11:00 berpusat 800 Km dari Hong Kong. Pada siang hari badai tropis Son-Tihn di perkirakan berada 410 Km di bagian tenggara Hong Kong bergerak ke arah Barat dengan kecepatan 40 Km/jam melintasi bagian utara Laut China Selatan menuju Pulau Hainan dan Semenanjung Leizhou.

Badai Tropis Son-Tihn di perkirakan, berada paling dekat dengan Hong Kong pada sore hari sekitar 300 Km dari Hong Kong. Pada titik ini HKO akan mempertimbangkan perlunya mengeluarkan sinyal No. 3.

Karena gelombang laut besar, masyarakat di sarankan untuk menjauh dari garis pantai.

Seorang Rentenir Dengan Target Pekerja Migran Di Tangkap Polisi

11:32:00 am Add Comment
Polisi menangkap Lee di rumahnya Rabu, (4/7/2018). Foto: on.cc.hk

Karya-bmi.com -- Di duga sebagai Rentenir pinjaman bunga tinggi kepada Pekerja Migran, seorang pria di tangkap tim Crime Squad distrik Tsuen Wan. Saat pemeriksaan polisi menemukan 3 buah paspor milik orang lain pada Rabu sore pukul 4:30, (4/7/2018) di persimpangan Tak Wah St. dan Ham Tin St. Tsuen Wan.

Polisi menemukan barang bukti lain di rumah pria bermarga Lee (64), berupa 856 paspor dan 3 buah buku catatan, laporan Oriental daily (4/7/2018).

Lee di duga sebagai pelaku pencucian uang, meminjamkan uang dengan bunga tinggi dengan target pekerja migran Indonesia dan Filipina. Jumlah pinjaman maksimum HK$ 4.000 dengan suku bunga 125% di bayar selama 4-6 bulan, dengan jaminan paspor. Untuk menghindari penyelidikan, Lee meminta pengembalian di bayar tunai tidak melalui bank.

Menurut keterangan polisi, Lee tidak ada catatan atau latarbelakang gengster. Kasusnya masih di tangani pihak Kepolisian Distrik Tsuen Wan.





Rumah TKI di Lumajang DI Satroni Perampok Bercadar

2:30:00 am Add Comment



LUMAJANG - Neman (60) dan menantunya Su'ud, masih menjalani perawatan saat polisi datang dan menemui mereka di Rumah Sakit Umum Dokter (RSUD) Haryoto, Lumajang, Jawa Timur. Keduanya dibacok kawanan perampok yang datang ke rumah mereka di Dusun Rambakan, Desa Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Selasa (12/6/2018), menurut Ani Sriwati, korban yang selamat, setelah berhasil melumpuhkan satu keluarga itu, kawanan perampok menguras harta mereka, termasuk mempreteli perhiasan yang dikenakan.

Ani mengaku tak asing dengan wajah pelaku meski bertutup cadar.
"Pelaku ini ada empat orang, yang dua make masker, yang satu tidak. Saya pernah melihat wajah pelaku, namun tidak tahu dimana," kata Ani Sriwati.

Ani yang baru pulang dari Malaysia sebagai TKI menduga perampokan ini ada kaitan dengan hasil kerjanya sebagai TKI. Kini kasus tersebut tengah ditangani pihak kepolisian Lumajang, termasuk menyusuri jejak pelaku.

Ternyata TKW yang lolos hukuman mati sudah di NTB

1:14:00 am Add Comment
Bayangan sejumlah jurnalis saat mengabadikan spanduk dan poster dalam aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa (20/3/2018). Para pengunjukrasa memprotes eksekusi mati yang dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Muhammad Zaini Misrin pada Minggu (18/3/2018) lalu. (ANTARA /Sigid Kurniawan)

KBMI - MATARAM "Dua orang tenaga kerja wanita bernama Sumiyati binti Muhammad Amin,
dan Masani binti Syamsuddin Umar, yang lolos hukuman mati di Arab Saudi sudah berada di Nusa Tenggara Barat untuk berkumpul kembali dengan keluarganya.
Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (BP3TKI) Mataram, Joko Purwanto, di Mataram, Kamis, mengatakan Sumiyati, dan Masani diterbangkan dari Riyadh, Arab Saudi, menuju Dubai pada Selasa (5/6). Kemudian diterbangkan dari Dubai menuju Jakarta pada Rabu (6/6), dan tiba di Bandara Internasional Lombok pada Kamis (7/6), pukul 08.55 WITA.
"Keduanya turun dari pesawat Garuda di Bandara Internasional Lombok pukul 08.55 WITA, dan diserahkan langsung oleh pihak Kementerian Luar Negeri kepada keluarga yang menunggu di bandara," katanya.
Sumiyati binti Muhammad Amin berasal dari Desa Labuan Bontong, Kecamatan Tarano, sedangkan Masani Binti Syamsuddin berasal dari Desa Kalimango, Kecamatan Alas Timur, Kabupaten Sumbawa.

Keduanya ditangkap polisi Arab Saudi pada 27 Desember 2014 atas tuduhan bersekongkol melakukan sihir sehingga anak majikan menderita sakit permanen.

Mereka juga dituduh bersekongkol membunuh ibu majikan dengan cara sengaja melalaikan penyuntikan insulin ke tubuh ibu majikan (penderita diabetes) yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kasus tersebut baru diketahui pada 23 Januari 2015, saat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melakukan kunjungan ke penjara Kota Dawadmi yang jaraknya sekitar 300 kilometer dari Riyadh.
Selanjutnya, KBRI Riyadh melakukan pendampingan intensif dalam menjalani proses hukum di persidangan dan secara rutin melakukan kunjungan penjara untuk membekali keduanya dalam menghadapi proses pemeriksaan persidangan.
Pada sidang ke-10 yang digelar pada 20 Februari 2016, Pengadilan Pidana Kota Dawadmi memutuskan perkara kasus sihir dengan menjatuhkan hukuman ta`zir (dera). Masing-masing dihukum penjara di Kota Dawadmi selama 1,5 tahun untuk Sumiyati dan 1 tahun untuk Masani.

Putusan tersebut didasarkan bukti pengakuan kedua WNI saat di penyidikan yang dilegalisasi pengadilan. Sementara perkara hak khusus yang diajukan ahli waris korban dengan tuntutan hukuman mati (qhisash) ditolak pengadilan karena tidak cukup bukti.

Pada persidangan yang digelar 10 Agustus 2017, pengadilan memutuskan untuk menolak tuntutan "qhisash" atau hukuman mati terhadap kedua WNI. Alasannya, salah seorang ahli waris, Sinhaj Al Otaibi (kakak kandung FO), di depan persidangan menegaskan mencabut hak tuntutan "qhisash" terhadap kedua WNI tanpa menuntut kompensasi apapun.

Koresponden : Awaludin
Editor: Monalisa Antaranews.com

Menjelang Lebaran, Kantor Pos Sukabumi Kebanjiran Kiriman Uang dari TKI

9:52:00 am Add Comment

KBMI - SUKABUMI -- Jelang Lebaran, PT Pos Indonesia kebanjiran pengiriman uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk keluarga mereka di Tanah Air. Fenomena ini terjadi karena banyak TKI yang menambah jumlah kiriman uang lewat layanan Western Union (WU) Kantor Pos untuk memenuhi kebutuhan hari Lebaran keluarga di tanah air.

"Bulan ini sejak 1 Juni ada 4.000 transaksi dan puncaknya pada Senin 4 Juni kemarin," ujar Manager Penjualan dan Pengembangan Outlet Kantor Pos Sukabumi Munandar Januardhy kepada Republika.co.id, Rabu (6/6). Pada rentang waktu selama 1 Juni hingga 5 juni tercatat kiriman uang dari para TKI di luar negeri ke keluarga di Sukabumi mencapai sekitar Rp 17 miliar.
Jumlah ini, kata Munandar, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Di mana kiriman uang selalu meningkat dan hal ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjelang lebaran.
Menurut Munandar, pada Senin lalu Kantor Pos menambah empat layanan loket untuk memberikan layanan kepada warga yang akan mengambil kiriman uang. Pasalnya dengan loket yang tersedia jumlahnya kurang mendukung karena jumlah warga yang datang cukup banyak.
Jumlah transaksi pada hari tersebut melonjak drastis hingga 2.000 transaksi. Saat ini jumlah transaksi kembali normal dan akan menurun mendekati lebaran.
Munandar menuturkan, sebenarnya warga bisa mengambil kiriman uang di kantor pos lainnya di daerah seperti di Kecamatan Cibadak, Cisaat dan Sukaraja. Namun sebagian warga memilih mengambil di Kota Sukabumi karena lokasinya dekat dengan sejumlah pusat keramaian seperti perbelanjaan dan lain sebagainya.
Kiriman uang ini kata Munandar, sebagian besar berasal dari TKI di timur tengah dan sebagian lainnya dari negara Asia. Mereka mengirimkan uang ke keluarga di tanah air secara rutin setiap bulannya termasuk menjelang lebaran.

Munandar mengungkapkan, jumlah kiriman uang melalui WU Kantor Pos sejak Januari hingga Mei mencapai Rp 267 miliar. Bila dirata-ratakan per bulan kiriman uang dari TKI ke WU Kantor Pos Sukabumi mencapai Rp 53,4 miliar.
Kepala Kantor Pos Cabang Sukabumi, Ilham Permono menambahkan, bagi warga yang mengambil kiriman uang di Kantor Pos tidak dikenakan pungutan. Misalkan, warga mengirimkan uang melalui WU sebesar Rp 10 juta, maka uang yang diterima keluarga di Tanah Air tetap Rp 10 juta.

Seorang warga Goalpara Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi Rina Sumarlina (40 tahun) mengatakan, ia secara rutin mengambil kiriman uang dari adik kandungnya yang bekerja di Uni Emirat Arab. "Jumlah kiriman uang menjelang lebaran ditambah untuk memenuhi kebutuhan lebaran," imbuh dia.
Rina menerangkan, awalnya setiap bulan saudaranya tersebyut hanya mengirimkan uang sebesar Rp 2 juta. Pada menjelang lebaran kiriman uang bisa meningkat menjadi Rp 4 juta.

TKI Dicabuli 4 Kali, Singapura Seret Majikan ke Pengadilan

12:34:00 am Add Comment
Demo Perkosaan dan Pelecehan Seksual

KBMI - Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia menjadi korban penganiayaan dan pelecehan seksual oleh majikannya sendiri. Korban dianiaya lantaran menolak saat dipaksa berciuman dengan majikannya.

Selasa kemarin, majikan bernama Francis Lim Boon Liang berusia 49 tahun yang berprofesi sebagai seorang Manajer Penjualan mengakui telah melakukan pelecehan seksual kepada pembantunya. Dia dinyatakan bersalah di hadapan pengadilan distrik.

Dalam persidangan diketahui, PRT yang tak disebutkan namanya itu tiba di Singapura pada bulan September 2016. Lim lalu mempekerjakannya TKI tersebut dua bulan kemudian yaitu pada 24 November 2016. Pelaku kemudian menganiaya korban hanya beberapa hari setelah ia bekerja.

"Korban tidak pernah memiliki hubungan romantis dengan terdakwa. Hubungan mereka hanyalah antara majikan dengan karyawan," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum, Nicholas Lai.
"Terdakwa serta anggota keluarganya yang lain tidak memiliki masalah dengan kualitas pekerjaan korban," lanjutnya sebagaimana dikutip Straits Times.
Lai mengatakan kepada Hakim Distrik Marvin Bay bahwa pelecehan itu terjadi saat korban sedang sendirian di dapur bersama pelaku ketika dia meminta untuk dicium. Saat itu putranya sedang berada di ruang tamu sementara putrinya berada di kamar tidurnya. Saat korban menolak, pelaku malah mencabulinya.
"Korban merasa marah, tidak berdaya dan malu. Namun dia tidak melaporkan itu kepada polisi karena merasa menghormati terdakwa sebagai majikannya dan tidak ingin menimbulkan masalah antara terdakwa dengan istrinya," ungkap Lai lagi.
Pelaku mencabuli korban dua kali lagi pada bulan November 2016. Pada 3 Desember 2016, korban berada di sebuah flat milik ibu Lim ketika pelaku mencabuli dirinya untuk keempat kalinya.
Merasa tak tahan dengan perlakuan tersebut, malam berikutnya sekitar pukul 10.00 malam, korban melarikan diri ketika ibu Lim sedang tidur.
PRT itu kemudian melaporkan tindakan tersebut kepada Kementerian Sumber Daya Manusia Singapura. Untuk setiap penganiayaan yang dilakukan, pelaku bisa dipenjara dua tahun dan didenda atau dihukum cambuk.

Cabuli TKW, Pria Singapura Mengaku Bersalah Telah

10:14:00 am Add Comment
Ilustration

Singapura - Seorang pria Singapura mengaku bersalah telah mencabuli seorang pekerja rumah tangganya (PRT) asal Indonesia. TKW ini melarikan diri usai dicabuli majikannya sebanyak empat kali pada akhir tahun 2016.

Seperti dilansir The Star, Rabu (6/6/2018), TKW yang tidak disebut namanya itu melarikan diri dari rumah majikannya dan mendatangi Kementerian Tenaga Kerja di Havelock Road. Setelah sempat bermalam di halte bus dekat kementerian, PRT ini melaporkan tindak pencabulan yang dialaminya.

Dalam sidang yang digelar Selasa (5/6) kemarin, si majikan yang bernama Francis Lim Boon Liang (49) mengaku bersalah atas dua dakwaan pencabulan. Liang merupakan seorang manajer penjualan yang juga ayah dari dua anak.

Dua dakwaan pencabulan lainnya yang juga menjerat Liang akan dipertimbangkan hakim saat menjatuhkan putusan. Sidang putusan dijadwalkan akan digelar 13 Juni mendatang.

Terungkap dalam sidang bahwa PRT ini tiba di Singapura pada September 2016. Liang mempekerjakannya sekitar dua bulan kemudian, atau pada 24 November. Disebutkan bahwa Liang sudah mengincar PRT ini saat dia baru mulai bekerja.

"Korban tidak pernah terlibat hubungan romantis dengan terdakwa... Hubungan mereka sebatas hubungan antara majikan-pegawai," sebut wakil jaksa umum Nicholas Lai. "Terdakwa maupun anggota keluarganya yang lain tidak punya persoalan dengan kualitas pekerjaan korban," imbuhnya.

Diungkapkan jaksa Lai kepada hakim Marvin Bay, TKI ini sedang sendirian di dapur saat Liang meminta dia menciumnya. Putra Liang sedang ada di ruang keluarga, sedangkan putrinya ada di dalam kamarnya.

Saat PRT ini menolak, Liang mencabulinya. "Korban merasa marah, tak berdaya dan malu... Namun, korban tidak segera melapor ke polisi karena dia masih menghormati terdakwa sebagai majikannya dan tidak ingin memicu masalah bagi terdakwa dan istrinya," ucap jaksa Lai.

Liang mencabuli PRT ini sebanyak dua kali pada November 2016. Kemudian pada 3 Desember 2016, Liang kembali mencabuli PRT ini untuk keempat kalinya. Saat itu sang PRT sedang berada di apartemen milik ibunda Liang. Malam harinya, sang PRT melarikan diri saat ibunda Liang sedang tidur. 

Diungkapkan jaksa Lai kepada hakim Marvin Bay, TKI ini sedang sendirian di dapur saat Liang meminta dia menciumnya. Putra Liang sedang ada di ruang keluarga, sedangkan putrinya ada di dalam kamarnya.

Saat PRT ini menolak, Liang mencabulinya. "Korban merasa marah, tak berdaya dan malu... Namun, korban tidak segera melapor ke polisi karena dia masih menghormati terdakwa sebagai majikannya dan tidak ingin memicu masalah bagi terdakwa dan istrinya," ucap jaksa Lai.

Liang mencabuli PRT ini sebanyak dua kali pada November 2016. Kemudian pada 3 Desember 2016, Liang kembali mencabuli PRT ini untuk keempat kalinya. Saat itu sang PRT sedang berada di apartemen milik ibunda Liang. Malam harinya, sang PRT melarikan diri saat ibunda Liang sedang tidur. 
Dalam kasus ini, Liang bebas dari tahanan setelah membayar jaminan sebesar SG$ 5 ribu (Rp 51 juta).

Untuk setiap dakwaan pencabulan, Liang terancam hukuman penjara maksimum 2 tahun penjara dan hukuman denda atau dicambuk.


(nvc/ita)
Penghasilan Gaji Lebih Tinggi, Indonesia Berangkatkan 300 Perawat ke Jepang

Penghasilan Gaji Lebih Tinggi, Indonesia Berangkatkan 300 Perawat ke Jepang

11:48:00 pm Add Comment
Rian Setiawan, 23 tahun, perawat kesehatan asal Bengkulu yang bersiap bekerja di sebuah panti jompo di kota Yokohama, Jepang.Doc:Insan Qurani
Jakarta - Kedutaan Besar Jepang di Jakarta melepas keberangkatan 329 tenaga medis dan perawat lansia yang akan bekerja di beberapa wilayah di Jepang, Senin, 4 Juni 2018. Perawat yang diberangkatkan ini merupakan gelombang ke-11 dan berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Teguh Hendro Cahyono, Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI atau BNP2TKI, pengiriman tenaga perawat ke Jepang berada dalam koridor kerja sama kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang yang dibuka sejak 2008. Berdasarkan perjanjian kerja sama ini, Indonesia bisa memanfaatkan lowongan pekerjaan di Jepang dengan mengirimkan tenaga perawat ke Negeri Sakura tersebut.

Jumlah perawat yang bekerja ke Jepang setiap tahun menunjukkan kenaikan. Hal ini memperlihatkan minat para perawat Indonesia yang tinggi untuk bekerja di Jepang, khususnya menyangkut penghasilan.
“Kalau gaji di tempat saya bekerja sekitar 175 ribu yen atau sekitar Rp.21 juta,” kata Rian Setiawan, 23 tahun, calon perawat panti lansia di Yokohama, Jepang, kepada Tempo 4 Juni 2018.
Rian menceritakan penghasilan yang dia peroleh selama bekerja di Jepang akan digunakan untuk melanjutkan kuliahnya. Sebelumnya, Rian telah menyelesaikan pendidikan D3 di Poltekkes, Kementerian Kesehatan Bengkulu.
Rian dan 328 perawat lainnya akan bekerja di Jepang dengan kontrak kerja selama 3 tahun sampai 4 tahun. Setelah melalui seleksi panjang hampir satu tahun lamanya, mereka akan ditempatkan di rumah sakit dan panti jompo di berbagai wilayah di Jepang.
Lamaran pekerjaan sebagai perawat ini tersedia di situs resmi BNP2TKI dan tiket keberangkatan ke Jepang pun akan dibiayai oleh pemerintah Jepang. Sebelum berangkat, para perawat ini juga harus mengikuti kursus bahasa Jepang selama 6 bulan di Jakarta.
Repost: Tempo
Editor: Suci Sekarwati
Majikan Tak Tuntut Kompensasi, Dua TKI Ini Lolos dari Hukuman Mati Begini Ceritanya

Majikan Tak Tuntut Kompensasi, Dua TKI Ini Lolos dari Hukuman Mati Begini Ceritanya

11:37:00 pm Add Comment
Dua TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya.Sumber: KBRI Arab Saudi

KBMI - Jakarta
 - Dua tenaga kerja Indonesia atau TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar, lolos dari hukuman mati setelah pengadilan banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya.
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan tertulis menjelaskan, kasus hukum keduanya bermula saat ditangkap aparat kepolisian Saudi pada 27 Desember 2014 atas tuduhan bersekongkol melakukan sihir atau santet, sehingga anak majikan menderita sakit permanen. 
Keduanya pun dituduh bersekongkol membunuh ibu majikan, Hidayah binti Hadijan Mudfa al-Otaibi, dengan cara menyuntikkan sebuah zat yang dicampur dengan insulin ke tubuh ibu majikan yang menderita diabetes, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Menurut Agus, pihaknya melakukan pendampingan yang intensif pada dua TKI tersebut dalam menjalani proses hukum di persidangan. KBRI Riyadh pun secara rutin melakukan kunjungan di penjara untuk membekali dan menguatkan keduanya dalam menghadapi proses pemeriksaan persidangan.
Pada sidang kesepuluh atau 20 Februari 2016, Pengadilan Pidana Kota Dawadmi memutuskan perkara ini dengan menjatuhkan hukuman ta'zir (dera), masing-masing dihukum penjara di Kota Dawadmi selama 1,5 tahun untuk Sumiyati dan 1 tahun untuk Masani. Putusan tersebut didasarkan pada bukti pengakuan kedua WNI saat penyidikan yang dilegalisasi pengadilan.
Pada persidangan 10 Agustus 2017, Pengadilan Pidana Kota Dawadmi memutuskan menolak tuntutan qisas terhadap kedua WNI dengan alasan salah seorang ahli waris, Sinhaj Al Otaibi, di depan persidangan menegaskan bahwa ia mencabut hak tuntutan qisas terhadap kedua TKI dan tidak menuntut kompensasi apa pun.
"Sebuah tuntutan qisas harus dilakukan secara konsensus di antara para ahli waris korban. Apabila ada salah satu anggota keluarga mencabut, tuntutan tersebut menjadi gugur. Itu ada ketentuan yang sangat dikenal dalam Al-Tasyri’ al-Jina’iy atau hukum pidana Islam," tutur Agus dalam keterangannya, Senin, 4 Juni 2018.
Agus menjelaskan, pencabutan tuntutan qisas oleh Sinhaj Al Otaibi tidak lantas memuluskan jalan dua TKI tersebut untuk bebas. Sebab, ahli waris keluarga korban yang lain, Fahad al-Otaibi, bersikukuh mengajukan banding. Namun Pengadilan banding pada akhir 2017 menguatkan putusan Pengadilan Pidana Kota Dawadmi yang menolak tuntutan qisas terhadap dua WNI yang masih bersaudara ini.
Berangkat dari putusan yang berkekuatan hukum tetap itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia segera melanjutkan proses pencabutan tindakan pencegahan kedua WNI keluar dari Arab Saudi dan pengajuan proses exit permit dari kantor imigrasi.
Rencananya, dua TKI yang berasal dari Desa Kalimango, Kecamatan Alas Timur, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ini dijadwalkan mendarat di Jakarta pada Rabu, 6 Juni 2018, dengan pesawat Emirate. 
Kepulangan kedua TKI akan didampingi langsung oleh Atase Hukum KBRI Riyadh Muhibuddin Thaib, jaksa karier dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung yang pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi.
Repost: tempo.co