BMI Ini Ditangkap Polisi Atas Tuduhan Penganiayaan Anak Majikan di Tsuen Wan

BMI Ini Ditangkap Polisi Atas Tuduhan Penganiayaan Anak Majikan di Tsuen Wan

9:02:00 pm Add Comment
 Tsuen Wan in the New Territories. Photo: Google Maps

Karya-BMI.com--Seorang pekerja Indonesia berusia 39 tahun yang tidak disebutkan namanya, dilaporkan oleh majikannya kepada polisi pada hari Kamis (26/4) dengan tuduhan penganiayaan anak lelaki majikannya di Tsuen Wan.

Ayah dari balita berusia 3 tahun itu mengisi laporan bahwa dia mencurigai pekerjanya telah melakukan penganiayaan kepada anaknya di apartemen The Cairnhill, Tsuen Wan seperti dilansir Oriental Daily.

Dia menceritakan bahwa  tangan anaknya kemerahan. Polisi datang bersama dengan petugas paramedis dan segera membawa korban ke Yan Chai Hospital untuk penyelidikan lebih lanjut.

Setelah melalui inbestigasi, polisi menangkap pekerja tersebut dengan tuduhan penganiayaan dan kelalaian kerja.

Kasus ini sekarang ditindak lanjuti oleh Crime Squad kepolisian Tsuen Wan .(red/KBMI)

Presiden Jokowi Titipkan PMI di Hong Kong kepada Chief Executive Carie Lam

8:11:00 pm Add Comment

Karya-bmi.com - Presiden Jokowi meminta diberikannya perhatian khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Hong Kong langsung kepada Carrie Lam, Chief Executive Hong Kong SAR. Pesan tersebut disampaikan saat Carrie Lam menemui Presiden di Istana Negara hari ini (25 April 2018).

Seraya menyambut baik penerapan sanksi baru yang lebih keras kepada agen yang melanggar aturan, Presiden juga meminta Pemerintah HK berikan perlindungan yang lebih optimal kepada PMI di Hong Kong. Carrie Lam menjamin bahwa pemerintahnya akan terus lakukan pembenahan peraturan ketenagakerjaan agar tenaga kerja asing di Hong Kong dapat bekerja dengan tenang, nyaman dan aman. Carrie Lam juga menegaskan kontribusi positif dari tenaga kerja asing, termasuk yang berasal dari Indonesia, bagi pertumbuhan ekonomi Hong Kong.

Presiden Jokowi, yang didampingi Menteri Luar Negeri, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Perdagangan, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Kepala BKPM dan Utusan Khusus Presiden untuk Percepatan Investasi Hong Kong dan Taiwan, serta Konjen RI Hong Kong juga membahas hal-hal lain terkait peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan dan kebudayaan, serta permintaan bantuan kelancaran pelaksanaan pemilihan umum Presiden dan anggota parlemen Indonesia tahun 2019 di Hong Kong.

Setelah bertemu Presiden Jokowi, Carrie Lam juga menghadiri seminar ekonomi mengenai kemitraan Indonesia dan Hong Kong serta kunjungan ke Sekretariat ASEAN. 

“Kunjungan Chief Executive Hong Kong ke Jakarta ini menandakan semakin eratnya hubungan baik kedua pihak, khususnya setelah kunjungan Presiden Jokowi ke Hong Kong tahun lalu. Hal ini tentunya dapat diwujudkan melalui kerja sama ekonomi yang lebih konkrit, meningkatnya wisatawan Hong Kong ke Indonesia serta optimalnya perlindungan PMI di Hong Kong”, demikian ujar Tri Tharyat, Konjen RI Hong Kong yang mendampingi Carrie Lam selama kunjungan ini. [Copas/FB-KJRIHK]

TKI Dastin Ditemukan Di Yordania Setelah 13 Tahun Hilang

8:14:00 am Add Comment
Tim Satgas KBRI Amman berhasil menemukan kembali Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bernama Dastin binti Tasja (30), warga Desa Juntikedokan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang telah diberitakan oleh sejumlah media online hilang kontak dengan keluarganya selama 13 tahun di Amman Yordania.

Saat ini Dastin sudah berada di Shelter Griya Singgah KBRI Amman dalam kondisi fisik yang sehat. Namun Dastin hanya bisa berbahasa Arab dan sudah tidak mampu berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia
Kami bersama anggota Tim langsung bergerak cepat melakukan berbagai upaya untuk mencari Dastin, diantaranya melakukan koordinasi dengan Unit Cegah Tangkal Tindak Perdagangan Manusia (Counter Trafficking Unit) Yordania,” kata Atase Tenaga Kerja KBRI Yordania, Suseno Hadi dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta pada Kamis (19/4/2018).

Dijelaskan Atase Suseno saat melakukan upaya pencarian tim satgas KBRI Yordania telah berupaya keras untuk mencari data dan informasi yang didapatkan dari beberapa sumber tentang keberadaan Dastin, namun sempat terkendala karena tidak dapat dihubungi.

Menurut catatan, Dastin datang ke Yordania tahun 2005, dengan menggunakan visa turis, dan dipekerjakan secara tidak jelas (berpindah-pindah) oleh agen yang menanganinya di Yordania, dimana saat ini agen tersebut telah tutup.

“Alhamdulilah akhirnya kita bisa mendapatkan informasi mengenai majikan Dastin dan menemukan Dastin di sana. Majikannya cukup kooperatif dan kita juga berhasil mendatangkan majikannya ke KBRI,” kata Atase Suseno.
Melalui bantuan petugas dari CTU, kata Atase Suseno, majikan Dastin bersedia membayar denda perijinan, sisa gaji dan menyelesaikan hak-haknya selama bekerja dengan dia.

“Kita sudah pegang pernyataannya untuk menyelesaikan semua permasalahan terkait dengan Dastin, termasuk denda dan sisa gajinya yang belum dibayarkan. Bila Majikannya lari bisa kita ajukan tuntutan hukum ke pengadilan dan diblacklist,” kata Suseno.

Sementara itu, saat ditemui di Shelter Griya Singgah KBRI Amman Dastin menyampaikan terima kasih kepada tim satgas KBRI yang telah menemukannya. Di sana Dastin melakukan penyesuaian dan kembali belajar bahasa Indonesia.

“Dia gembira sekali dan memang sudah lama hilang kontak dan tidak berkomunikasi dengan keluarganya. Dia mengatakan ingin segera pulang dan bertemu dengan kedua orang tuanya di kampung halamannya” kata Suseno.
“Saat ini kita terus berupaya berkoordinasi dengan pihak keluarganya di tanah air. Kita terus proses untuk kepulangannya ke tanah air. Namun masih menunggu penyelesaian kasusnya sampai tuntas, termasuk sisa pembayaran denda ijin dan sisa gaji dari majikannya,” kata Suseno.
Dastin adalah salah satu kasus dari banyak kasus yang masih tersisa di Yordania. Menurut catatan Kementerian Perburuhan Yordania, di tahun 2017, terdapat 2805 PMI yang bekerja di Yordania. Dari jumlah tersebut, hanya 505 PMI yang memiliki ijin, sedang 2300 orang masuk dalam kategori illegal.

Sejak diberlakukannya Kepmenaker Nomor 260 Tahun 2015 Tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI Pada Pengguna Perseorangan di Negara-Negara Kawasan Timur Tengah, pengiriman TKI sudah tidak dilakukan lagi, namun masalah-masalah yang tersisa masih dihadapi.

Masalah utama yang dihadapi oleh para PMI di Yordania pada umumnya terkait dengan gaji yang belum dibayar dan denda ijin tinggal yang tidak diurus oleh Majikan
“Diharapkan jumlah PMI illegal di Yordania akan menurun sejalan dengan berbagai upaya diplomasi KBRI dengan pemerintah setempat untuk penyelesaian masalah. Sebagai bentuk upaya pemerintah hadir dalam perlindungan WNI/PMI, KBRI Amman akan terus memperjuangkan hak-hak dan melindungi WNI/PMI yang masih ada di Yordania,” tutupnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul #Viral: 13 Tahun Hilang, TKI Dastin Berhasil Ditemukan Di Yordania

x