Ditjen Imigrasi Tunda Penerbitan Ribuan Paspor Calon TKI

Ditjen Imigrasi Tunda Penerbitan Ribuan Paspor Calon TKI

11:32:00 pm Add Comment
Ilustration Kantor Imigran Jakarta Selatan
Karya-BMI.com - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI mengaku terpaksa menunda penerbitan ribuan paspor calon tenaga kerja. Sebab ada yang diduga ilegal.
Menurut Kabag Humas Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno, berdasarkan temuan pihaknya di lapangan, teridentifikasi beberapa modus calon tenaga kerja Indonesia yang ilegal atau non-prosedural (CTKI NP). 
Paling banyak modus yang dilakukan oleh CTKI NP dengan memalsukan data dan identitas kependudukan. Selain itu, memberi informasi yang tidak benar, masuk dalam daftar pencegahan, dan lain-lain. 
"Upaya yang dilakukan Ditjen Imigrasi kepada CTKI NP adalah dengan melakukan penundaan pemberian paspor dan penundaan keberangkatan. Tujuannya adalah untuk mencegah korban perdagangan orang," kata Agung dalam keterangan tertulis 
Agung melanjutkan, berdasar kewenangan yang dimiliki, maka pihaknya melakukan fungsi pengawasan kepada CTKI NP melalui wawancara yang mendalam pada saat mengajukan permohonan paspor di Kantor Imigrasi dan pada saat keberangkatan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI). Selanjutnya bisa dilakukan tindakan berupa penundaan pemberian paspor dan keberangkatan. 
"Hasilnya adalah pada 2017 terdapat 5.057 orang yang ditunda kepemilikan paspornya di 125 Kanim (Kantor Imigrasi), dengan tiga Kanim terbanyak yang menunda pemberian paspor adalah Kanim Medan 379 orang, Kanim Batam 360 orang dan Kanim Wonosobo 308 orang," kata Agung.
Kemudian 947 orang yang ditunda keberangkatannya di 25 TPI, dengan tiga TPI yang paling banyak menunda keberangkatan adalah Soekarno-Hatta 183 orang, Ngurah Rai 56 orang dan Entikong 49 orang. 
"Sementara pada 2018 sampai dengan April terdapat 2.360 orang yang ditunda kepemilikan paspornya di 78 Kanim, dengan tiga Kanim yang banyak menunda pemberian paspor adalah Medan 185, Jember 167 dan Pontianak 157 orang," katanya menambahkan. 
Selanjutnya Agung menambahkan, terdapat 121 yang ditunda keberangkatannya di 51 TPI, dengan tiga TPI yang banyak menunda keberangkatan adalah Entikong sekitar 31 orang, Tanjung Balai Karimun sebanyak 28 orang dan Soekarno-Hatta sebanyak 26 orang. 
Lagi, Terduga Teroris Ditangkap di Riau

Lagi, Terduga Teroris Ditangkap di Riau

3:58:00 am Add Comment


Pekanbaru - Densus 88 Antiteror terus melakukan penangkapan terduga teroris di Riau. Satu lagi terduga teroris berinisial AH ditangkap di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

"Terduga teroris ditangkap Densus 88 di kebun sawit milik orang tuanya," kata Kapolres Rohil, AKBP Sigit Adi Wuryanto, kepada wartawan, Sabtu (19/5/2018).



Dalam penangkapan ini, tim Densus 88 Antiteror juga dibantu Brimob Manggala Detasemen B serta personel Polsek Bangko yang dipimpin Kapolsek AKP Evi Hermanto dan Kasat Intel Polres Rohil AKP Pantun Banjarnahor.
Sigit menjelaskan, terduga teroris ini ditangkap pada Jumat (18/5) di perkebunan sawit di Dusun Sungai Labu Desa Teluk Bano, Kecamatan Bangko Pusako.



"Terduga teroris dari Rohil dibawa ke Dumai, selanjutnya ke Pekanbaru," kata Sigit.

Dalam penangkapan ini, lanjut Sigit, diamankan barang bukti di antaranya, ATM BRI, SIM C atas nama AH, dan empat lembar uang asing.



"Selama giat penangkapan berjalan lancar dan aman," tutup Sigit.

Di hari yang sama Densus 88 juga dilakukan penangkapan satu orang terduga teroris di Kecamatan Pujud Kabupaten Rohil inisial HR alias Abu Yusup. 
(cha/jbr)

Mengejutkan Inilah Wujud Bom Teroris Surabaya dan Sidoarjo yang Dimusnahkan Polisi

8:28:00 am Add Comment


Surabaya - Polisi telah memusnahkan barang bukti rakitan bom yang ditemukan di beberapa rumah pelaku bomber hingga teroris yang tertangkap di Surabaya dan Sidoarjo. Pemusnahan bom dilakukan di Mako Brimob Watukosek, Mojokerto.

"Baru saja selesai disposal bom," jelas Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera, Rabu (16/5/2018).

Dalam disposal ini, Barung mengatakan terdapat berbagai jenis bom yang dilumpuhkan. Rinciannya yakni 31 buah bom pipa yang terdiri dari 16 bom pipa terangkai dan 15 buah bom belum terangkai, 43 buah bom cangkir yang telah terangkai, 2 kilogram handak yang telah jadi, hingga 5 kg belerang dan 5 kg arang. 




Dalam berita sebelumnya, Barung menyebut jumlah bom ini mencapai lebih dari satu truk. Namun kesemuanya bukan hanya berupa bom saja, tetapi ada pula bahan-bahan rakitan yang akan dijadikan bom. 

Kendati disposal telah selesai, Barung menyebut pemusnahan bom ini berjalan dengan baik. Petugas yang melakukan disposal menggunakan pengamanan khusus untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Kita bersyukur semua barang bukti bom teroris terdisposal dengan sempurna, dan pelaksanaan disposal ini berjalan aman terkendali," tutup Barung.


(bdh/dtk)

Mengejutkan Inilah Kesaksian Istri Ketua JAD Jawa Timur

8:19:00 am Add Comment
Rumah di Malang yang dikontrak Abu Umar, Ketua JAD Jawa Timur (Muhammad dtkcom)


KBMI  Blitar - Ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur, Abu Umar, bersama istri sirinya dicokok Detasemen Khusus 88 Antiteror di Malang. Sang istri resmi bersaksi soal suaminya itu. 

Abu Umar yang bernama asli Syamsul Arifin (35) ini bertempat tinggal di Blitar, tepatnya di Dusun Jatinom, Kanigoro, Kabupaten Blitar. Istri sah di Blitar bernama Insiah, sedangkan istri sirinya di Malang bernama Wahyu Mega Wijayanti (40). 

Insiah bahkan mengaku tidak tahu bahwa suaminya punya istri siri. "Ndak tahu saya. Silakan tanyakan sendiri kalau orangnya ada," kata Insiah di rumahnya, di Blitar, Jawa Timur, Kamis (16/5/2018)



Insiah hanya tahu suaminya itu berjualan buku dan sering ke Malang, Jombang, dan Surabaya. Dia tak tahu kalau suaminya itu punya istri selain dirinya di Malang. 

"Dia kan jualan majalah dan buku-buku. Jadi ke mana-mana itu untuk kulakan buku," kata dia.



Bahkan saat ditanya apakah suaminya pernah meminta izin untuk menikah lagi, sorot mata ibu dua anak ini langsung menatap tajam.

Dia juga tidak tahu soal Wahyu Mega Wijayanti. "Saya tidak tahu apa-apa. Toh belum ada keterangan resminya kan," pungkasnya sambil berlalu dan menutup pintu rumahnya.



Abu Umar dan Wahyu Mega Wijayanti dicokok Densus 88 di Perumahan Banjararum, Singosari, Kabupaten Malang, pada Selasa (15/5) kemarin. Mereka baru dua bulan mengontrak rumah itu. 

Soal status Wahyu Mega Wijayanti yang merupakan istri siri Abu Umar, hal ini disimpulkan olehKetua RT 3 RW 2 Kelurahan Jatinom, Blitar, Sutikno. Dia menunjukkan kartu keluarga Abu Umar, di situ tercantum nama istri dan dua anak laki-lakinya. Nama istri yang tercantum di situ adalah Insiah.


(dnu/dnu)Detik

Ngeri! Total Bom dari Rumah Teroris Surabaya dan Sidoarjo 1 Truk

2:14:00 am Add Comment

Surabaya - Polisi menggeledah rumah para pelaku pemboman di Surabaya dan teroris Sidoarjo. Hasilnya mengejutkan. Ditemukan rangkaian bom sebanyak hampir satu truk.

"Saat ini sudah dikumpulkan, lalu didisposal untuk jadi barang bukti. Sekarang rangkaian ini tidak didisposal dulu, tapi masih disimpan di Mako Brimob karena jumlahnya banyak," kata Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera saat jumpa pers di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (16/5/2018).


"Yang jelas jumlahnya banyak. Pagi tadi dibawa ke Watu Kosek kalau sudah didisposal baru kami detailkan. Barang bukti terlalu banyak. kesimpulannya lebih dari satu truk," tegasnnya.

Penemuan ini ujar Barung, usai Densus 88 menemukan satu koper bom pipa yang berjumlah total 54 bom yang sudah dijinakkan. Dalam satu truk ini, terdiri dari ratusan rangkaian bom yang ditemukan dari rumah pelaku pengeboman, rumah para teroris yang ditangkap atau rumah kontrakan teroris yang telah dilumpuhkan polisi. 


Namun ketika ditanya detail jumlahnya, Barung mengatakan belum bisa memastikan jumlahnya karena hingga saat ini, bom tersebut belum didisposal atau dijinakkan. 


Saat ini jelas Barung, 1 truk bom-bom tersebut dibawa ke Markas Brimob Watu Kosek Mojokerto untuk didisposal. Pengiriman tersebut sudah dilakukan sejak pukul 07.31 WIB.


Pasca bom meledak di tiga gereja Surabaya, Densus 88 melakukan penggedahan di rumah para pelaku pengeboman. Selain itu, Densus 88 juga melakukan penangkapan terhadap para terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo. 

(bdh/bdh)detik

Kisah Anak Pelaku Bom Sidoarjo yang Tolak Ajaran Ayahnya Jadi Teroris

2:07:00 am Add Comment
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengunjungi anak korban pelaku bom Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (15/5/2018). Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian mengunjungi anak korban pelaku bom rumah susun Wonocolo, Sidoarjo. Selasa (15/5).(dok. Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri)

SURABAYA, Ledakan bom di Rusunawa Wonocolo di Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) malam, menewaskan anggota keluarga Anton Febrianto (47). Ledakan bom menewaskan istri Anton, Puspitasari (47), dan anak perempuan mereka, HAR (17), terlebih dahulu, dan kemudian melukai ketiga anak yang lain. 

Anton kemudian tewas ditembak polisi yang datang ke lokasi. Saat itu, Anton disebut membahayakan karena tengah memegang saklar bom di Blok B lantai 5 nomor 2 Rusunawa Wonocolo. Tiga anak Anton lainnya selamat, yaitu AR (15), FP (11), dan GHA (10). Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin menuturkan, AR, satu dari empat anak Anton, menolak mengikuti doktrin orangtuanya untuk menjadi teroris. 

Dia memutuskan untuk tidak seperti kakak dan adik-adiknya yang tidak bersekolah. "Ada satu anak dewasa yang di Rusun Wonocolo itu menolak ikut ajaran dari orangtuanya," kata Machfud di Media Center Polda Jatim, Selasa (15/5/2018). "Ia memilih untuk tetap bersekolah dan ikut dengan neneknya," tambahnya. Machfud mengatakan, berdasarkan keterangan AR, sang ayah secara rutin memperlihatkan video jihad kepada mereka. "Seperti rajin memberikan tontonan video jihad kepada anak-anak untuk membentuk ideologi sejak dini. 

Cara ini dilakukan oleh semua pelaku, mereka satu jaringan," kata Machfud. "Mereka juga rutin hadir di pengajian rumah Dita (pelaku bom tiga gereja di Surabaya)," tambahnya. AR sendiri disebut menjauh ketika tahu ada bom sehingga tidak mengalami luka. Dia kemudian yang menyelamatkan kedua adiknya yang terkena ledakan bom dan membawa mereka ke rumah sakit. Saat ini, AR dan adik-adiknya sedang menjalani perawatan intensif. 

Editor : Caroline Damanik
Kompas

Seorang ibu di tangkap, karena meninggalkan bayi kembarnya sendirian.

3:36:00 pm Add Comment
Poto: Istimewa
Karya-bmi.com - Polisi menangkap seorang ibu berusia 17 tahun, atas tuduhan pelecehan anak setelah dengan sengaja meninggalkan anak kembar laki-laki berusia lima bulan sendirian di sebuah rumah di Yuen Long - New Territories pada hari Selasa (8/5). 

Nenek kedua bayi kembar tersebut melapor ke Polisi ketika menemukan cucunya di rumah sendirian di sebuah rumah di Tung Chan Wai, San Tin,Yuen Long's Oriental Daily melaporkan. 

Nenek itu mengatakan, bahwa dirinya menerima pesan WeChat dari menantu perempuannya pada Selasa pagi. Dia memintanya pergi ke rumah untuk merawat bayi kembar, karena dia harus pergi ke China untuk mencari suaminya yang berumur 21 tahun.

Sang nenek menolak karena dia sendiri harus bekerja di pagi hari. Sekitar pukul 7 pagi, ibu muda itu mengiriminya pesan lain yang mengatakan bahwa dirinya telah pergi ke Daratan Cina.

Sang nenek segera pergi ke Yuen Long dan menemukan cucunya di rumah sendirian. Dia menelepon polisi meminta bantuan. Seorang polisi dan polisi wanita, masing-masing membawa bayi laki-laki ke Rumah Sakit Distrik Utara untuk pemeriksaan medis. 

Pada pukul 4 sore, ibu kembali ke Hong Kong dan menyerahkan diri ke kantor polisi. Ibu muda ini, pemegang izin masuk dua permit reentry dan pasangan itu menikah tahun lalu, Apple Daily melaporkan.