Rumah TKI di Lumajang DI Satroni Perampok Bercadar

2:30:00 am Add Comment



LUMAJANG - Neman (60) dan menantunya Su'ud, masih menjalani perawatan saat polisi datang dan menemui mereka di Rumah Sakit Umum Dokter (RSUD) Haryoto, Lumajang, Jawa Timur. Keduanya dibacok kawanan perampok yang datang ke rumah mereka di Dusun Rambakan, Desa Sukorejo, Kecamatan Pasrujambe.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Selasa (12/6/2018), menurut Ani Sriwati, korban yang selamat, setelah berhasil melumpuhkan satu keluarga itu, kawanan perampok menguras harta mereka, termasuk mempreteli perhiasan yang dikenakan.

Ani mengaku tak asing dengan wajah pelaku meski bertutup cadar.
"Pelaku ini ada empat orang, yang dua make masker, yang satu tidak. Saya pernah melihat wajah pelaku, namun tidak tahu dimana," kata Ani Sriwati.

Ani yang baru pulang dari Malaysia sebagai TKI menduga perampokan ini ada kaitan dengan hasil kerjanya sebagai TKI. Kini kasus tersebut tengah ditangani pihak kepolisian Lumajang, termasuk menyusuri jejak pelaku.

Ternyata TKW yang lolos hukuman mati sudah di NTB

1:14:00 am Add Comment
Bayangan sejumlah jurnalis saat mengabadikan spanduk dan poster dalam aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa (20/3/2018). Para pengunjukrasa memprotes eksekusi mati yang dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) bernama Muhammad Zaini Misrin pada Minggu (18/3/2018) lalu. (ANTARA /Sigid Kurniawan)

KBMI - MATARAM "Dua orang tenaga kerja wanita bernama Sumiyati binti Muhammad Amin,
dan Masani binti Syamsuddin Umar, yang lolos hukuman mati di Arab Saudi sudah berada di Nusa Tenggara Barat untuk berkumpul kembali dengan keluarganya.
Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (BP3TKI) Mataram, Joko Purwanto, di Mataram, Kamis, mengatakan Sumiyati, dan Masani diterbangkan dari Riyadh, Arab Saudi, menuju Dubai pada Selasa (5/6). Kemudian diterbangkan dari Dubai menuju Jakarta pada Rabu (6/6), dan tiba di Bandara Internasional Lombok pada Kamis (7/6), pukul 08.55 WITA.
"Keduanya turun dari pesawat Garuda di Bandara Internasional Lombok pukul 08.55 WITA, dan diserahkan langsung oleh pihak Kementerian Luar Negeri kepada keluarga yang menunggu di bandara," katanya.
Sumiyati binti Muhammad Amin berasal dari Desa Labuan Bontong, Kecamatan Tarano, sedangkan Masani Binti Syamsuddin berasal dari Desa Kalimango, Kecamatan Alas Timur, Kabupaten Sumbawa.

Keduanya ditangkap polisi Arab Saudi pada 27 Desember 2014 atas tuduhan bersekongkol melakukan sihir sehingga anak majikan menderita sakit permanen.

Mereka juga dituduh bersekongkol membunuh ibu majikan dengan cara sengaja melalaikan penyuntikan insulin ke tubuh ibu majikan (penderita diabetes) yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Kasus tersebut baru diketahui pada 23 Januari 2015, saat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melakukan kunjungan ke penjara Kota Dawadmi yang jaraknya sekitar 300 kilometer dari Riyadh.
Selanjutnya, KBRI Riyadh melakukan pendampingan intensif dalam menjalani proses hukum di persidangan dan secara rutin melakukan kunjungan penjara untuk membekali keduanya dalam menghadapi proses pemeriksaan persidangan.
Pada sidang ke-10 yang digelar pada 20 Februari 2016, Pengadilan Pidana Kota Dawadmi memutuskan perkara kasus sihir dengan menjatuhkan hukuman ta`zir (dera). Masing-masing dihukum penjara di Kota Dawadmi selama 1,5 tahun untuk Sumiyati dan 1 tahun untuk Masani.

Putusan tersebut didasarkan bukti pengakuan kedua WNI saat di penyidikan yang dilegalisasi pengadilan. Sementara perkara hak khusus yang diajukan ahli waris korban dengan tuntutan hukuman mati (qhisash) ditolak pengadilan karena tidak cukup bukti.

Pada persidangan yang digelar 10 Agustus 2017, pengadilan memutuskan untuk menolak tuntutan "qhisash" atau hukuman mati terhadap kedua WNI. Alasannya, salah seorang ahli waris, Sinhaj Al Otaibi (kakak kandung FO), di depan persidangan menegaskan mencabut hak tuntutan "qhisash" terhadap kedua WNI tanpa menuntut kompensasi apapun.

Koresponden : Awaludin
Editor: Monalisa Antaranews.com

Menjelang Lebaran, Kantor Pos Sukabumi Kebanjiran Kiriman Uang dari TKI

9:52:00 am Add Comment

KBMI - SUKABUMI -- Jelang Lebaran, PT Pos Indonesia kebanjiran pengiriman uang dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk keluarga mereka di Tanah Air. Fenomena ini terjadi karena banyak TKI yang menambah jumlah kiriman uang lewat layanan Western Union (WU) Kantor Pos untuk memenuhi kebutuhan hari Lebaran keluarga di tanah air.

"Bulan ini sejak 1 Juni ada 4.000 transaksi dan puncaknya pada Senin 4 Juni kemarin," ujar Manager Penjualan dan Pengembangan Outlet Kantor Pos Sukabumi Munandar Januardhy kepada Republika.co.id, Rabu (6/6). Pada rentang waktu selama 1 Juni hingga 5 juni tercatat kiriman uang dari para TKI di luar negeri ke keluarga di Sukabumi mencapai sekitar Rp 17 miliar.
Jumlah ini, kata Munandar, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Di mana kiriman uang selalu meningkat dan hal ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjelang lebaran.
Menurut Munandar, pada Senin lalu Kantor Pos menambah empat layanan loket untuk memberikan layanan kepada warga yang akan mengambil kiriman uang. Pasalnya dengan loket yang tersedia jumlahnya kurang mendukung karena jumlah warga yang datang cukup banyak.
Jumlah transaksi pada hari tersebut melonjak drastis hingga 2.000 transaksi. Saat ini jumlah transaksi kembali normal dan akan menurun mendekati lebaran.
Munandar menuturkan, sebenarnya warga bisa mengambil kiriman uang di kantor pos lainnya di daerah seperti di Kecamatan Cibadak, Cisaat dan Sukaraja. Namun sebagian warga memilih mengambil di Kota Sukabumi karena lokasinya dekat dengan sejumlah pusat keramaian seperti perbelanjaan dan lain sebagainya.
Kiriman uang ini kata Munandar, sebagian besar berasal dari TKI di timur tengah dan sebagian lainnya dari negara Asia. Mereka mengirimkan uang ke keluarga di tanah air secara rutin setiap bulannya termasuk menjelang lebaran.

Munandar mengungkapkan, jumlah kiriman uang melalui WU Kantor Pos sejak Januari hingga Mei mencapai Rp 267 miliar. Bila dirata-ratakan per bulan kiriman uang dari TKI ke WU Kantor Pos Sukabumi mencapai Rp 53,4 miliar.
Kepala Kantor Pos Cabang Sukabumi, Ilham Permono menambahkan, bagi warga yang mengambil kiriman uang di Kantor Pos tidak dikenakan pungutan. Misalkan, warga mengirimkan uang melalui WU sebesar Rp 10 juta, maka uang yang diterima keluarga di Tanah Air tetap Rp 10 juta.

Seorang warga Goalpara Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi Rina Sumarlina (40 tahun) mengatakan, ia secara rutin mengambil kiriman uang dari adik kandungnya yang bekerja di Uni Emirat Arab. "Jumlah kiriman uang menjelang lebaran ditambah untuk memenuhi kebutuhan lebaran," imbuh dia.
Rina menerangkan, awalnya setiap bulan saudaranya tersebyut hanya mengirimkan uang sebesar Rp 2 juta. Pada menjelang lebaran kiriman uang bisa meningkat menjadi Rp 4 juta.

TKI Dicabuli 4 Kali, Singapura Seret Majikan ke Pengadilan

12:34:00 am Add Comment
Demo Perkosaan dan Pelecehan Seksual

KBMI - Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia menjadi korban penganiayaan dan pelecehan seksual oleh majikannya sendiri. Korban dianiaya lantaran menolak saat dipaksa berciuman dengan majikannya.

Selasa kemarin, majikan bernama Francis Lim Boon Liang berusia 49 tahun yang berprofesi sebagai seorang Manajer Penjualan mengakui telah melakukan pelecehan seksual kepada pembantunya. Dia dinyatakan bersalah di hadapan pengadilan distrik.

Dalam persidangan diketahui, PRT yang tak disebutkan namanya itu tiba di Singapura pada bulan September 2016. Lim lalu mempekerjakannya TKI tersebut dua bulan kemudian yaitu pada 24 November 2016. Pelaku kemudian menganiaya korban hanya beberapa hari setelah ia bekerja.

"Korban tidak pernah memiliki hubungan romantis dengan terdakwa. Hubungan mereka hanyalah antara majikan dengan karyawan," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum, Nicholas Lai.
"Terdakwa serta anggota keluarganya yang lain tidak memiliki masalah dengan kualitas pekerjaan korban," lanjutnya sebagaimana dikutip Straits Times.
Lai mengatakan kepada Hakim Distrik Marvin Bay bahwa pelecehan itu terjadi saat korban sedang sendirian di dapur bersama pelaku ketika dia meminta untuk dicium. Saat itu putranya sedang berada di ruang tamu sementara putrinya berada di kamar tidurnya. Saat korban menolak, pelaku malah mencabulinya.
"Korban merasa marah, tidak berdaya dan malu. Namun dia tidak melaporkan itu kepada polisi karena merasa menghormati terdakwa sebagai majikannya dan tidak ingin menimbulkan masalah antara terdakwa dengan istrinya," ungkap Lai lagi.
Pelaku mencabuli korban dua kali lagi pada bulan November 2016. Pada 3 Desember 2016, korban berada di sebuah flat milik ibu Lim ketika pelaku mencabuli dirinya untuk keempat kalinya.
Merasa tak tahan dengan perlakuan tersebut, malam berikutnya sekitar pukul 10.00 malam, korban melarikan diri ketika ibu Lim sedang tidur.
PRT itu kemudian melaporkan tindakan tersebut kepada Kementerian Sumber Daya Manusia Singapura. Untuk setiap penganiayaan yang dilakukan, pelaku bisa dipenjara dua tahun dan didenda atau dihukum cambuk.

Cabuli TKW, Pria Singapura Mengaku Bersalah Telah

10:14:00 am Add Comment
Ilustration

Singapura - Seorang pria Singapura mengaku bersalah telah mencabuli seorang pekerja rumah tangganya (PRT) asal Indonesia. TKW ini melarikan diri usai dicabuli majikannya sebanyak empat kali pada akhir tahun 2016.

Seperti dilansir The Star, Rabu (6/6/2018), TKW yang tidak disebut namanya itu melarikan diri dari rumah majikannya dan mendatangi Kementerian Tenaga Kerja di Havelock Road. Setelah sempat bermalam di halte bus dekat kementerian, PRT ini melaporkan tindak pencabulan yang dialaminya.

Dalam sidang yang digelar Selasa (5/6) kemarin, si majikan yang bernama Francis Lim Boon Liang (49) mengaku bersalah atas dua dakwaan pencabulan. Liang merupakan seorang manajer penjualan yang juga ayah dari dua anak.

Dua dakwaan pencabulan lainnya yang juga menjerat Liang akan dipertimbangkan hakim saat menjatuhkan putusan. Sidang putusan dijadwalkan akan digelar 13 Juni mendatang.

Terungkap dalam sidang bahwa PRT ini tiba di Singapura pada September 2016. Liang mempekerjakannya sekitar dua bulan kemudian, atau pada 24 November. Disebutkan bahwa Liang sudah mengincar PRT ini saat dia baru mulai bekerja.

"Korban tidak pernah terlibat hubungan romantis dengan terdakwa... Hubungan mereka sebatas hubungan antara majikan-pegawai," sebut wakil jaksa umum Nicholas Lai. "Terdakwa maupun anggota keluarganya yang lain tidak punya persoalan dengan kualitas pekerjaan korban," imbuhnya.

Diungkapkan jaksa Lai kepada hakim Marvin Bay, TKI ini sedang sendirian di dapur saat Liang meminta dia menciumnya. Putra Liang sedang ada di ruang keluarga, sedangkan putrinya ada di dalam kamarnya.

Saat PRT ini menolak, Liang mencabulinya. "Korban merasa marah, tak berdaya dan malu... Namun, korban tidak segera melapor ke polisi karena dia masih menghormati terdakwa sebagai majikannya dan tidak ingin memicu masalah bagi terdakwa dan istrinya," ucap jaksa Lai.

Liang mencabuli PRT ini sebanyak dua kali pada November 2016. Kemudian pada 3 Desember 2016, Liang kembali mencabuli PRT ini untuk keempat kalinya. Saat itu sang PRT sedang berada di apartemen milik ibunda Liang. Malam harinya, sang PRT melarikan diri saat ibunda Liang sedang tidur. 

Diungkapkan jaksa Lai kepada hakim Marvin Bay, TKI ini sedang sendirian di dapur saat Liang meminta dia menciumnya. Putra Liang sedang ada di ruang keluarga, sedangkan putrinya ada di dalam kamarnya.

Saat PRT ini menolak, Liang mencabulinya. "Korban merasa marah, tak berdaya dan malu... Namun, korban tidak segera melapor ke polisi karena dia masih menghormati terdakwa sebagai majikannya dan tidak ingin memicu masalah bagi terdakwa dan istrinya," ucap jaksa Lai.

Liang mencabuli PRT ini sebanyak dua kali pada November 2016. Kemudian pada 3 Desember 2016, Liang kembali mencabuli PRT ini untuk keempat kalinya. Saat itu sang PRT sedang berada di apartemen milik ibunda Liang. Malam harinya, sang PRT melarikan diri saat ibunda Liang sedang tidur. 
Dalam kasus ini, Liang bebas dari tahanan setelah membayar jaminan sebesar SG$ 5 ribu (Rp 51 juta).

Untuk setiap dakwaan pencabulan, Liang terancam hukuman penjara maksimum 2 tahun penjara dan hukuman denda atau dicambuk.


(nvc/ita)
Penghasilan Gaji Lebih Tinggi, Indonesia Berangkatkan 300 Perawat ke Jepang

Penghasilan Gaji Lebih Tinggi, Indonesia Berangkatkan 300 Perawat ke Jepang

11:48:00 pm Add Comment
Rian Setiawan, 23 tahun, perawat kesehatan asal Bengkulu yang bersiap bekerja di sebuah panti jompo di kota Yokohama, Jepang.Doc:Insan Qurani
Jakarta - Kedutaan Besar Jepang di Jakarta melepas keberangkatan 329 tenaga medis dan perawat lansia yang akan bekerja di beberapa wilayah di Jepang, Senin, 4 Juni 2018. Perawat yang diberangkatkan ini merupakan gelombang ke-11 dan berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Teguh Hendro Cahyono, Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI atau BNP2TKI, pengiriman tenaga perawat ke Jepang berada dalam koridor kerja sama kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang yang dibuka sejak 2008. Berdasarkan perjanjian kerja sama ini, Indonesia bisa memanfaatkan lowongan pekerjaan di Jepang dengan mengirimkan tenaga perawat ke Negeri Sakura tersebut.

Jumlah perawat yang bekerja ke Jepang setiap tahun menunjukkan kenaikan. Hal ini memperlihatkan minat para perawat Indonesia yang tinggi untuk bekerja di Jepang, khususnya menyangkut penghasilan.
“Kalau gaji di tempat saya bekerja sekitar 175 ribu yen atau sekitar Rp.21 juta,” kata Rian Setiawan, 23 tahun, calon perawat panti lansia di Yokohama, Jepang, kepada Tempo 4 Juni 2018.
Rian menceritakan penghasilan yang dia peroleh selama bekerja di Jepang akan digunakan untuk melanjutkan kuliahnya. Sebelumnya, Rian telah menyelesaikan pendidikan D3 di Poltekkes, Kementerian Kesehatan Bengkulu.
Rian dan 328 perawat lainnya akan bekerja di Jepang dengan kontrak kerja selama 3 tahun sampai 4 tahun. Setelah melalui seleksi panjang hampir satu tahun lamanya, mereka akan ditempatkan di rumah sakit dan panti jompo di berbagai wilayah di Jepang.
Lamaran pekerjaan sebagai perawat ini tersedia di situs resmi BNP2TKI dan tiket keberangkatan ke Jepang pun akan dibiayai oleh pemerintah Jepang. Sebelum berangkat, para perawat ini juga harus mengikuti kursus bahasa Jepang selama 6 bulan di Jakarta.
Repost: Tempo
Editor: Suci Sekarwati
Majikan Tak Tuntut Kompensasi, Dua TKI Ini Lolos dari Hukuman Mati Begini Ceritanya

Majikan Tak Tuntut Kompensasi, Dua TKI Ini Lolos dari Hukuman Mati Begini Ceritanya

11:37:00 pm Add Comment
Dua TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar lolos dari hukuman mati setelah Pengadilan Banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya.Sumber: KBRI Arab Saudi

KBMI - Jakarta
 - Dua tenaga kerja Indonesia atau TKI asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sumiyati binti Muhammad Amin dan Masani binti Syamsuddin Umar, lolos dari hukuman mati setelah pengadilan banding menolak tuntutan qisas terhadap keduanya.
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan tertulis menjelaskan, kasus hukum keduanya bermula saat ditangkap aparat kepolisian Saudi pada 27 Desember 2014 atas tuduhan bersekongkol melakukan sihir atau santet, sehingga anak majikan menderita sakit permanen. 
Keduanya pun dituduh bersekongkol membunuh ibu majikan, Hidayah binti Hadijan Mudfa al-Otaibi, dengan cara menyuntikkan sebuah zat yang dicampur dengan insulin ke tubuh ibu majikan yang menderita diabetes, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Menurut Agus, pihaknya melakukan pendampingan yang intensif pada dua TKI tersebut dalam menjalani proses hukum di persidangan. KBRI Riyadh pun secara rutin melakukan kunjungan di penjara untuk membekali dan menguatkan keduanya dalam menghadapi proses pemeriksaan persidangan.
Pada sidang kesepuluh atau 20 Februari 2016, Pengadilan Pidana Kota Dawadmi memutuskan perkara ini dengan menjatuhkan hukuman ta'zir (dera), masing-masing dihukum penjara di Kota Dawadmi selama 1,5 tahun untuk Sumiyati dan 1 tahun untuk Masani. Putusan tersebut didasarkan pada bukti pengakuan kedua WNI saat penyidikan yang dilegalisasi pengadilan.
Pada persidangan 10 Agustus 2017, Pengadilan Pidana Kota Dawadmi memutuskan menolak tuntutan qisas terhadap kedua WNI dengan alasan salah seorang ahli waris, Sinhaj Al Otaibi, di depan persidangan menegaskan bahwa ia mencabut hak tuntutan qisas terhadap kedua TKI dan tidak menuntut kompensasi apa pun.
"Sebuah tuntutan qisas harus dilakukan secara konsensus di antara para ahli waris korban. Apabila ada salah satu anggota keluarga mencabut, tuntutan tersebut menjadi gugur. Itu ada ketentuan yang sangat dikenal dalam Al-Tasyri’ al-Jina’iy atau hukum pidana Islam," tutur Agus dalam keterangannya, Senin, 4 Juni 2018.
Agus menjelaskan, pencabutan tuntutan qisas oleh Sinhaj Al Otaibi tidak lantas memuluskan jalan dua TKI tersebut untuk bebas. Sebab, ahli waris keluarga korban yang lain, Fahad al-Otaibi, bersikukuh mengajukan banding. Namun Pengadilan banding pada akhir 2017 menguatkan putusan Pengadilan Pidana Kota Dawadmi yang menolak tuntutan qisas terhadap dua WNI yang masih bersaudara ini.
Berangkat dari putusan yang berkekuatan hukum tetap itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia segera melanjutkan proses pencabutan tindakan pencegahan kedua WNI keluar dari Arab Saudi dan pengajuan proses exit permit dari kantor imigrasi.
Rencananya, dua TKI yang berasal dari Desa Kalimango, Kecamatan Alas Timur, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, ini dijadwalkan mendarat di Jakarta pada Rabu, 6 Juni 2018, dengan pesawat Emirate. 
Kepulangan kedua TKI akan didampingi langsung oleh Atase Hukum KBRI Riyadh Muhibuddin Thaib, jaksa karier dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung yang pernah bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi.
Repost: tempo.co
Tak Akur dengan Suami, TKW Hongkong Asal Tulungagung Ini Justru Dapat Chat Panas dari "Pelakor"

Tak Akur dengan Suami, TKW Hongkong Asal Tulungagung Ini Justru Dapat Chat Panas dari "Pelakor"

12:21:00 am Add Comment
Salah satu foto mesra yang dikirim pelakor, tampak berduaan dengan suaminya dirumah / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNG – Menjadi Tenaga Kerja Wanita di Hongkong, membuat Krissa (24) warga Tanjungsari Boyolangu justru mendapatkan masalah baru pada keluarganya.

Tak tahan dengan persoalan yang dihadapi, Krissa mengunggah dan mengungkapkan keluh kesahnya di media sosial dan langsung mendapat banjir respons dari netizen. 
"Selama kerja di sini (HK) dan semenjak aku tau suami selingkuh, aku tidak pernah menghubungi dia. Lha kok malah ada pesan WhatsApp masuk dan mengaku sebagai istri suami saya dan mengirim foto mesranya," kata Krissa sambil mengirimkan bukti chat dan foto yang dimaksud. 
Wanita dengan kaos putih sedang tiduran dengan suami itu, menurut Krissa adalah purel warung kopi. 
"Aku di sini sejak 2016 lalu, baru tiga bulan di sini aku tau suami di;rumah sedang bermain wanita pelayan warung kopi. Makanya aku tidak pernah menghubungi dia lagi," tambah Krissa.
Krissa mengaku jika sebelum kenal dengan suami sekarang, dirinya telah janda dan telah dikaruniai momongan.
Kemudian, datanglah orang Pule Trenggalek, sebut saja DW (28) untuk menikahinya. 
"Sejak aku merantau itu dan tau dia selingkuh, aku digantung. Tidak dinafkahi dan juga tidak diverai padahal surat nikah dibawa dia. Bahkan aku sering dapat ancaman," terang Krissa. 
Kini Krissa semakin sakit hati, saat dirinya dirantau bekerja banting tulang justru dirinya dichat oleh seorang wanita yang mengaku sebagai istri siri DW, suaminya. 
"Dia mau nikah tidak masalah, tapi kata-kata orang yang mengaku sebagai istri siri justru diputar balik dan merendahkan," papar Krissa.
Atas perlakuan yang tak semestinya itu, Krissa memposting keluh kesah hatinya di media sosial dengan melampirkan bukti chat sebagai bukti bahwa ada pelakor yang kurang ajar dan tanpa malu membalikkan fakta yang terjadi. 

Heboh Duterte Cium Bibir TKW Filipina di Korea Selatan,Membuat Nitizen Geram

11:47:00 am Add Comment

KBMI.COM - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali berulah. Kali ini bukan soal narkoba, melainkan aksinya di atas panggung saat mencium seorang tenaga kerja Filipina di Korea Selatan...di bibirnya.
Diberitakan Rappler, Senin (4/6), Duterte yang tengah mengunjungi Korsel selama tiga hari itu, menghadiri acara pertemuan dengan sejumlah tenaga kerja Filipina (OFW). Dalam acara tersebut, Duterte memanggil dua orang perempuan ke atas panggung.

Awalnya, ia hanya memberikan buku karangan mendiang Aries Rufo bertajuk 'Altar of Secrets: Sex, Politics, and Money in the Philippine Catholic Church'. Buku yang kerap kali Duterte bagikan itu, disebut hanya untuk mengejek komunitas Gereja Katolik.
Kedua perempuan yang dipanggil oleh Duterte tersebut tampak senang dapat bertemu dengan presidennya. Namun, sebelum mereka dipersilakan meninggalkan panggung, tiba-tiba Duterte melakukan aksi yang dianggap tidak pantas terhadap dua OFW itu.

Duterte tiba-tiba memberikan tanda kepada salah satu OFW berbaju putih, bahwa ia menginginkan sebuah ciuman di bibir.

"Kamu lajang? Kamu tidak berpisah dengannya? Tapi kamu bisa kasih tahu ke dia, kan, kalau ini hanya bercanda?" ujar Duterte.

Tak lama Duterte mendekatkan diri ke perempuan tersebut dan mencium bibirnya. Ia juga tampak memegang erat tangan perempuan itu.

Sebelum turun dari panggung, Duterte memeluk perempuan tersebut. Para tamu yang hadir bersorak melihat aksi presidennya.

Meski begitu, sejumlah warganet di media sosial Twitter menyampaikan ketidaksukaannya terhadap perlakuan Duterte.

"Saya tidak akan menyebutkan semua hal yang salah soal hal ini. Tapi lihat bagaimana Duterte memegang tangan perempuan itu saat ciuman di depan orang banyak," tulis warganet, Lara Tan.




"Hei, inilah contoh dari penguasaan laki-laki terhadap tubuh perempuan. Saya sungguh lelah dengan ketidaksenonohan ini. Maafkan presiden yang tidak memperlakukan perempuan sebagai manusia. Ini harus dihentikan!" cuit @bedisturbed.




Ini bukan kali pertama Duterte dikecam karena aksinya yang merendahkan perempuan. Meski demikian, Istana Kepresidenan Malacanang menegaskan bahwa Presiden Filipina itu serius dalam membela hak-hak perempuan. Tetapi sejumlah aktivis perempuan menyebut selama ini hal itu tak tercermin dalam sikap Duterte. 

Duterte sendiri telah memiliki seorang pasangan bernama Honeylet Avancena dan seorang putri bernama Veronica. Dari pernikahan sebelumnya dengan Elizabeth Zimmerman, Duterte juga dikaruniai tiga orang anak, yakni Sara Duterte Carpio, Paolo Duterte, dan Sebastian Duterte.

Kumparan.com
Setiap Jam Istirahat TKW Ini Selalu ke WC, Mengejutkan Ternyata Hal Mengharukan Ini yang Dilakukannya

Setiap Jam Istirahat TKW Ini Selalu ke WC, Mengejutkan Ternyata Hal Mengharukan Ini yang Dilakukannya

11:25:00 am Add Comment

Kbmi.com - Tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia yang bekerja di luar negeri memiliki kisah hidup beragam.Mulai dari sukses mencari nafkah sehingga mampu meningkatkan ekonomi keluarga.Sampai cerita kelam TKW yang menerima kenyataan pahit hidup di rantau.Banyak kisah TKW mendapat pengalaman buruk selama hidup di rumah majikan.

Ada yang kerap disiksa dan bahkan gaji tak dibayar selama bekerja.
Tak sedikit pula yang menderita karena mendapat perlakuan buruk secara seksual.

Kondisi itu mengundang keprihatinan banyak pihak dan membuat geram.
TKW yang rela meninggalkan keluarga di tanah air harus menerima balasan kejam dari majikan.

Namun, kisah yang satu ini sangat inspiratif.

Kisah yang dibagikan di Twitter ini, tidak diketahui kisah nyata atau bukan.

Hanya saja, ada pelajaran berharga yang dapat dipetik dari cerita ini.

Bahwa kebaikan dan sedekah itu akan dibalas dengan kebaikan pula.
Bahkan dapat mengobati penyakit yang parah sekalipun.


Cerita bermula manakala seorang TKW yang selalu ke kamar mandi saat waktu istirahat di rumah majikan.

Bukannya tidur atau bersantai saat jam istirahat itu, TKW ini malah berdiam diri cukup lama di kamar mandi.

Sang majikan pun curiga dan menanyakan hal itu pada TKW tersebut.

"Apa yang kamu lakukan saat jam istirahat di WC, apa kamu tidak puasa?" tanya sang majikan.
TKW itu menangis.

"Saya tak butuh tangisanmu tetapi jawabanmu."
"Setiap hari saya memeras susu tuan, anak saya masih bayi di Indonesia, tuan," jawab TKW itu.

"Oleh karena itu ASi harus saya keluarkan, karena faktor ekonomilah yang memisahkan kami."

Mendengar pengakuan TKW itu, sang majikan menjadi iba.
Dia memberikan gaji TKW itu selama 2 tahun dan mengizinkan pulang ke Indonesia.

Tetapi, setelah 2 tahun, TKW itu diminta kembali lagi ke rumah majikannya.
Komunikasi melalui WhatsApp (WA) antara TKW dan majikan berjalan lancar.
Pada bulan ke-23, sang majikan mengabarkan dia akan menjalani operasi tumor perut.

Dia menagih janji TKW itu untuk tidak lupa kembali ke Arab Saudi.
TKW tersebut mengatakan dia dan keluarganya di Indonesia berdoa untuk kesembuhan majikannya.

Tibalah majikan tersebut di ruang operasi.
Namun, alangkah terkejutnya dokter yang melakukan pemeriksaan.
Tumor ganas di perut sang majikan hilang begitu saja.

Dokter bingung obat apa yang telah diminum pasien tersebut sehingga penyakitnya lenyap.

Di tengah rasa bahagia, majikan ini menemui guru spritualnya dan menceritakan pengalamannya.

Guru agama majikan tersebut tersenyum.
Menurutnya, kebaikan dan sedekah dirinya pada TKW tersebut yang menolongnya.

Karena keikhlasan sang majikan sehingga Allah SWT mengangkat penyakitnya.

Sang majikan awalnya tak sadar bahwa sebelumnya dia pernah membantu TKW tersebut pulang ke kampung halamannya.

Bahkan dia lupa pernah berbuat baik dan langsung dicatat oleh Allah.
Semoga kisah ini memberikan inspirasi. 
bangkapos.com/Alza Munzi
34 TKI Asal NTT Meninggal di Malaysia Sepanjang 2018

34 TKI Asal NTT Meninggal di Malaysia Sepanjang 2018

3:39:00 am Add Comment
Tki Ilegal yang menjadi korban saat didata akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing

KBMI- KUPANG -Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang meninggal dunia di luar negeri pada Tahun 2018 terus saja bertambah. Pelaksana Tugas Kepala BP3TKI Kupang Siwa mengatakan, sebagian besar TKI yang meninggal bekerja di Malaysia. "Data TKI yang meninggal dari Januari hingga akhir Bulan Mei 2018 ada 35 orang. 

Dari TKI yang meninggal itu, 34 meninggal di Malaysia dan satu meninggal di Afrika Selatan," ungkap Siwa , Minggu (3/6/2018). Dari 35 orang TKI yang meninggal tersebut, lanjut Siwa, sebanyak 26 orang berjenis kelamin laki-laki dan sembilan orang perempuan Siwa merinci, para TKI yang meninggal itu paling banyak berasal dari Kabupaten Malaka (9 orang), kemudian Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) (6 orang), Flores Timur (5 orang), Ende (4 orang). 

Selanjutnya, Kabupaten Kupang, Manggarai Timur, Belu dan Sumba Barat, masing-masing dua orang dan Timor Tengah Utara (TTU), Sikka dan Kota Kupang, masing-masing satu orang. "Penyebabnya, 22 orang TKI meninggal dunia karena sakit, dua TKI tenggelam, satu orang dibunuh, satu orang kecelakaan kerja, satu orang disiksa, satu orang digigit ular, dan tujuh orang tidak diketahui penyebabnya," jelasnya. 

Kasus terbaru TKI asal NTT yang meninggal di Malaysia, yakni Nico Robertus dan Herman Flan. Nico Robertus adalah warga Desa Haewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. 
Nico meninggal pada tanggal 22 Mei 2018 di Sandakan, Sabah, Malaysia akibat sakit stroke. Sementara itu, Herman Flan asal Kabupaten Ende, meninggal dunia pada 27 Mei 2018, dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Tanjung Karang Selangor Malaysia akibat sesak napas. 


Adapun, jumlah TKI asal NTT yang meninggal di luar negeri khususnya di Malaysia, dalam rentang waktu beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan. Berdasarkan data BP3TKI Kupang, jumlah TKI yang meninggal pada tahun 2013 sebanyak 31 orang, tahun 2014 menurun menjadi 21 orang, tahun 2015 sebanyak 28 orang, tahun 2016 naik menjadi 49 orang, dan tahun 2017 meningkat pesat menjadi 62 orang. 

 Kompas.com 
Penulis : Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Editor : Sandro Gatra

Gadis Madiun Tewas Setelah Pulang dari Hongkong, Rencana Menikah Usai Lebaran Sirna

2:57:00 am Add Comment

MADIUN - Elvi, seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Mojorejo, Taman, Madiun, Jawa Timur meninggal dalam kecelakaan sepeda motor.

portal berita terkait Buruh Migran Indonesia atau BMI, Sabtu (2/6/2018), kecelakaan maut terjadi di Sumbersoko, Dolopo, Madiun, Jumat (1/6/2018) malam.

Saat itu, TKW Hongkong tersebut sedang bersama Pipit, sang kakak, yang juga mencari nafkah sebagai 'pahlawan devisa' di Hongkong.

Sepeda motor matic yang mereka kendarai bertabrakan dengan pengendara sepeda motor berplat AG 5903 ZJ, yang kemudian mengalami luka cukup serius.

Pipit juga mengalami luka serius di kepala dan masih dirawat di RSUD Dolopo.

Sedangkan nyawa Elvi, adiknya, tak dapat diselamatkan.

Ia mengembuskan napas terakhirnya akibat benturan keras dengan aspal yang terjadi pada kepalanya.

Peristiwa tragis itu pun menggugurkan rencana Elvi untuk menikah usai Lebaran.

Diketahui, Elvi telah 10 tahun bekerja di Hongkong.

Baca: Ketegangan saat Militer Inggris Berencana Hancurkan Seluruh Pangkalan Militer TNI

Dirinya baru saja mengambil cuti untuk pulang kampung.

Di hari ketika kejadian nahas itu menimpanya, Elvi baru 2 hari berada di rumah.

Setelah Lebaran nanti, rencananya Elvi akan melangsungkan pernikahan.

Namun, rupanya takdir berkata lain.


Mimpi dengan suami yang sudah terangkai indah tak sempat terwujud karena maut lebih dulu menjemput.

Baca: Mulan Jameela Sebut Mantan Suami Penyemangat Hidupnya, Begini Kemesraan Mereka saat Bertemu

Berita duka ini juga telah disebarkan oleh seorang kerabat Pipit dan Elvi di Hongkong, pengguna akun Facebook Yuni Sze.

"BERITA DUKA:
Innalillahi wainnailaihi rajiuun

Mba Pipiet Kinarya mantan PMI Hong Kong yang pernah aktif menulis di Apakabar Plus, alami laka lantas.

Pipiet berboncengan dengan adiknya Elvi / Devien Kejora Erlangga yg sedang mudik cuti dari Hong Kong.

Elvi meninggal dunia di tkp, sedangkan Pipiet alami luka dalam yang serius pada bagian kepala.

Semoga almarhum Elvi diterima amal ibadahnya, diampuni dosanya dan ditempatkan disisiNya.


Untuk Pipiet, semoga segera pulih seperti sedia kala," tulisnya, Sabtu (2/6/2018).


SUMBER: bangkapos.com 
Editor: fitriadi