Showing posts with label Berita hari ini. Show all posts
Showing posts with label Berita hari ini. Show all posts
Tertabrak Kereta, Sopir Wakil Ketua DPRD Kendal Akhirnya Meninggal

Tertabrak Kereta, Sopir Wakil Ketua DPRD Kendal Akhirnya Meninggal

3:47:00 pm Add Comment


KENDAL, - M As’ari (34), sopir wakil Ketua DPRD Kendal, Jawa Tengah, meninggal setelah tertabrak kereta api Matarmaja dengan nomor loko CC2019215 di pelintasan kereta api Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Selasa (4/9/2018) pukul 03.27 WIB.

Saat itu, korban sedang mengendarai mobil dinas wakil ketua DPRD Kendal bernomor polisi H 59 D.
Korban meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Suwondo Kendal. Korban meninggalkan seorang istri, Maemanah, yang sedang mengandung 5 bulan, dan seorang anak berusia sekitar 2 tahun.

Maemanah terlihat shock dan menangis ketika jenazah suaminya akan dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Wakil Ketua DPRD Kendal Muchamad Makmun meminta polisi mengusut tuntas penyebab tertabraknya mobil dinas yang dikendarai As’ari. Sebab, menurutnya, petugas palang pintu kereta api terlambat menutup.

“Kami serahkan ke petugas,” ujarnya.

Makmun menambahkan, korban pagi itu mau pulang ke rumah setelah mengantar Makmun pulang dari acara kunjungan kerja. “Setelah mengantar saya, mobil dibawa pulang sopir,” ujarnya.

Mobil dinas wakil ketua DPRD Kendal berpelat merah H 59 D tertabrak kereta api Matarmaja Nomor loko CC2019215 di perlintasan kereta api Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Selasa (4/9/2018) pukul 03.27 pagi. Kasus ini masih ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polres Kendal.

TKI Dicabuli 4 Kali, Singapura Seret Majikan ke Pengadilan

12:34:00 am Add Comment
Demo Perkosaan dan Pelecehan Seksual

KBMI - Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia menjadi korban penganiayaan dan pelecehan seksual oleh majikannya sendiri. Korban dianiaya lantaran menolak saat dipaksa berciuman dengan majikannya.

Selasa kemarin, majikan bernama Francis Lim Boon Liang berusia 49 tahun yang berprofesi sebagai seorang Manajer Penjualan mengakui telah melakukan pelecehan seksual kepada pembantunya. Dia dinyatakan bersalah di hadapan pengadilan distrik.

Dalam persidangan diketahui, PRT yang tak disebutkan namanya itu tiba di Singapura pada bulan September 2016. Lim lalu mempekerjakannya TKI tersebut dua bulan kemudian yaitu pada 24 November 2016. Pelaku kemudian menganiaya korban hanya beberapa hari setelah ia bekerja.

"Korban tidak pernah memiliki hubungan romantis dengan terdakwa. Hubungan mereka hanyalah antara majikan dengan karyawan," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum, Nicholas Lai.
"Terdakwa serta anggota keluarganya yang lain tidak memiliki masalah dengan kualitas pekerjaan korban," lanjutnya sebagaimana dikutip Straits Times.
Lai mengatakan kepada Hakim Distrik Marvin Bay bahwa pelecehan itu terjadi saat korban sedang sendirian di dapur bersama pelaku ketika dia meminta untuk dicium. Saat itu putranya sedang berada di ruang tamu sementara putrinya berada di kamar tidurnya. Saat korban menolak, pelaku malah mencabulinya.
"Korban merasa marah, tidak berdaya dan malu. Namun dia tidak melaporkan itu kepada polisi karena merasa menghormati terdakwa sebagai majikannya dan tidak ingin menimbulkan masalah antara terdakwa dengan istrinya," ungkap Lai lagi.
Pelaku mencabuli korban dua kali lagi pada bulan November 2016. Pada 3 Desember 2016, korban berada di sebuah flat milik ibu Lim ketika pelaku mencabuli dirinya untuk keempat kalinya.
Merasa tak tahan dengan perlakuan tersebut, malam berikutnya sekitar pukul 10.00 malam, korban melarikan diri ketika ibu Lim sedang tidur.
PRT itu kemudian melaporkan tindakan tersebut kepada Kementerian Sumber Daya Manusia Singapura. Untuk setiap penganiayaan yang dilakukan, pelaku bisa dipenjara dua tahun dan didenda atau dihukum cambuk.