Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Rupiah makin anjlok, pemerintah diminta jujur soal kondisi ekonomi saat ini

3:53:00 pm Add Comment


JAKARTADPR RI bersama Kementerian Keuangan menggelar rapat paripurna hari ini. Agenda rapat kali ini adalah penyampaian tanggapan pemerintah terhadap pandangan umum fraksi atas RUU APBN 2019 dan nota keuangan.


Rapat yang dimulai sejak pukul 11.01 WIB tersebut langsung diawali oleh interupsi beberapa anggota fraksi yang menanyakan perihal kondisi Rupiah yang saat ini tengah terdepresiasi.
Anggota fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo mengkritisi pemerintah yang selalu mengatakan bahwa kondisi ekonomi baik-baik saja meski Rupiah hampir mendekati level 15.000. Padahal, menurutnya, kondisi tersebut sudah mengkhawatirkan terlebih saat ini impor pangan cukup tinggi. Seperti komoditas kedelai, jagung, gula hingga beras.
"Hampir seluruh komoditas kita impor dan ini menurut saya terlalu memprihatikan dan selalu Pak Presiden menyampaikan kurs Dolar terjadi menguat di beberapa negara. Memang benar, tapi kondisi di Indonesia yang terparah," kata Bambang di Gedung DPR RI, Selasa (4/9).
Untuk itu, dia meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Di kehidupan masyarakat ini sangat memberatkan dan tolong Menkeu (Sri Mulyani) sampaikan kepada Presiden (Jokowi) agar impor dikurangin bukan malah ditambah," ujarnya.
Senada, Michael Wattimena anggota fraksi partai Demokrat menyampaikan pemikirannya mengenai kondisi Rupiah saat ini. Dia menjelaskan, Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter yaitu yang terjadi 20 tahun silam tepatnya tahun 1998.
"Indonesia ini adalah negara yang besar, kita punya pengalaman yang pahit pada tahun 1998 di mana Indonesia pernah mengalami krisis ekonomi," ujarnya.
Dia menegaskan, hal tersebut jangan sampai terulang kembali. Oleh sebab itu dia meminta pemerintah segera melakukan tindakan-tindakan untuk mengatasinya. Sebab saat ini Rupiah sudah mulai merangkak ke level 15.000.
"Kami sangat mencintai Indonesia dan memiliki pengalaman pahit di mana Indonesia mengalami krisis ekonomi," ujarnya.
Dia meminta pemerintah jujur dan terbuka mengenai kondisi ekonomi saat ini, di mana kondisi ekonomi global yang bergejolak selalu dituding menjadi penyebab Rupiah terdepresiasi.
Padahal, lanjutnya, dalam nota keuangan yang disampaikan Presiden pada tanggal 16 Agustus 2018 terkait RAPBN 2019 Rupiah diasumsikan 14.400.
"Nilai tukar yang diasumsikan meningkat. Jadi kondisi ini, tolong Menkeu jelaskan secara jujur keadaan ekonomi saat ini. Sebab kita tidak ingin dalam situasi 1998 yang mengalami krisis ekonomi. Nota keuangan saja yang disampaikan oleh Presiden Rupiah berada pada mendekati 14.800 padahal hari ini sudah ingin mencapai 14.900, untuk itu saat ibu menjelaskan kami mohon ibu menjelaskan secara jujur. Saya pikir janganlah kita kaitkan masalah-masalah ini dengan negara lain yang tidak ada kaitannya."
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Selasa (4/9). Pagi ini, Rupiah dibuka di Rp 14.823 per USD, melemah tipis dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.815 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah terus melemah usai pembukaan, hingga menyentuh Rp 14.845 per USD. Namun kemudian bergerak menguat dan saat ini berada di level Rp 14.780 per USD. [azz]

JENAZAH JUHAINI DISAMBUT KELUARGANYA DENGAN TANGIS HISTERIS

5:09:00 pm Add Comment
BANJIR BANDANG TERJANG GRABAG MAGELANG, 5 TEWAS DAN 5 HILANG

BANJIR BANDANG TERJANG GRABAG MAGELANG, 5 TEWAS DAN 5 HILANG

11:51:00 pm Add Comment

KARYA-BMI - Hujan deras yang melanda kawasan Gunung Merbabu sejak Sabtu siang hingga sore, menimbulkan bencana alam banjir bandang di Dusun Nipis, Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (29/4/2017) sekitar pukul 14.30 Wib. Banjir bandang membawa air disertai lumpur, batu dan pohon tumbang menerjang permukiman warga.
Tim SAR gabungan terus melakukan penanganan darurat. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Magelang hingga Sabtu malam pukul 20.00 Wib, banjir bandang menyebabkan 5 orang meninggal dunia, 5 orang hilang, dan 3 luka luka berat. Lima korban meninggal adalah Sutar (50), Sumisah (60), Mirah (30), Slamet (60), dan balita anak dari Ibu Aryanti. Lima orang hilang dan masih dalam pencarian adalah Deni (suami Ibu Aryanti), Fazia (anak sulung Ibu Aryanti), Mardiyah, anak dari Ibu Mardiyah, dan Bu Par (pembantu Ibu Aryanti). Sedangkan tiga orang luka berat adalah Nanda (13), Malan (30), dan Aryanti. Aryanti adalah bidan desa yang berhasil dievakuasi di reruntuhan rumah dinas bidan sedangkan anak dan pembantunya belum berhasil ditemukan.
BPBD Kabupaten Magelang bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Damkar, PMI, komunitas relawan dan lainnya bersama masyarakat melakukan penanganan darurat. Posko Aju didirikan di Majelis Tafsir Al Qur’an Dusun Temon Desa Tlogorejo Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Truk dapur umum BPBD Magelang telah ke posko untuk mendirikan dapur umum. Tim dari Dinas Kesehatan bersiap untuk memberikan pelayanan kesehatan.
Ilustrasi


BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Boyolali, BPBD Temanggung, BPBD Klaten dan BPBD Wonosobo mengirimkan bantuan personil dan logistik untuk membantu penanganan darurat. BNPB dan BPBD Jawa Tengah memberikan pendampingan penanganan darurat BPBD Magelang.
Alat berat sudah berada di lokasi. Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban hingga malam ini. Kendala adalah cuaca hujan, lumpur dan gelap karena sudah malam hari.

Kronologi kejadian banjir bandang adalah adanya hujan dengan intensitas sangat deras di wilayah Kecamatan Grabag sejak siang hari yang membuat Sungai Ndaru anakan yang berada di Dusun Nipis Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag meluap dan membawa material longsor. Daerah aliran sungai Ndaru anakan merupakan bagian dari Sungai Ndaru yang berada di Desa Citrosono dan bermuara ke Sungai Elo. Debit sungai masuk ke perkampungan dengan cepat dan arusnya deras sekali. Debit sungai dari bagian hulu membawa lumpur dan batu yang menyebabkan pohon tumbang dan menerjang rumah termasuk beberapa warga yang ada di sekitarnya.
Kebutuhan mendesak saat ini adalah logistik meliputi permakanan, air bersih, sandang, selimut, tikar, dan lainnya. Selain itu juga diperlukan trauma healing. Jumlah rumah rusak dan pengungsi masih dalam pendataan.
poto kr jogja
Bencana longsor di Kabupaten Magelang juga terjadi di tiga tempat yang berbeda yaitu Dusun Pagergunung, Desa Ambartawang, Kecamatan Mungkid; di Dusun Tegalombo, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman; dan Dusun Sumberejo, Desa Bigaran, Kecamatan Borobudur. Di ketiga lokasi longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun terdapat beberapa rumah rusak.


Sutopo Purwo Nugroho
Bayu Sapta Nugraha
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
Jaringan Radio Komunitas Indonesia ( JRKI )